Arti Kartu Merah dalam Bulu Tangkis seperti yang Diterima Marcus dan Tommy

Kompas.com - 08/03/2019, 14:47 WIB
Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo bertanding melawan ganda putra Denmark, Kim Astrup dan Andreas Skaarup Rasmussen pada pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019). Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke babak final setelah menang 21-19 dan 21-13.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo bertanding melawan ganda putra Denmark, Kim Astrup dan Andreas Skaarup Rasmussen pada pertandingan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019). Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke babak final setelah menang 21-19 dan 21-13.

KOMPAS.com - Dua pemain Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Tommy Sugiarto, mendapatkan hukuman kartu merah pada ajang All England Open 2019. Wasit (umpire) mengacungkan kartu tersebut lantaran mereka dianggap terlambat kembali ke lapangan.

Marcus mendapat kartu merah saat dia dan pasangannya, Kevin Sanjaya Sukamuljo, melawan ganda putra China, Liu Cheng/Zhang Nan, pada babak pertama. Sementara itu Tommy mendapat hukuman yang sama ketika menantang wakil China, Huang Yuxiang.

Baca Juga: Rekap Hasil All England Open 2019 - 7 Wakil Indonesia ke Babak 8 Besar

Lantas, apa arti hukuman kartu dalam bulu tangkis?

Dalam olahraga tepok bulu ini, ada tiga tahap pemberian hukuman kartu. Tahap pertama adalah pemberian hukuman kartu kuning seperti di dalam sepak bola.

Kartu kuning dalam bulu tangkis berfungsi sebagai pemberi peringatan. Pemain yang mendapat kartu kuning dari wasit adalah mereka yang melakukan kesalahan-kesalahan kecil seperti ketahuan mengulur-ulur waktu permainan.

Jika kesalahan yang dilakukan oleh pemain dinilai dilakukan secara sengaja, wasit kemungkinan akan memberikan hukuman lebih berat yakni kartu merah. Namun, hukuman kartu merah dalam bulu tangkis berbeda dengan sepak bola.

Dalam sepak bola, jika seorang pemain mendapat kartu merah, otomatis pemain tersebut harus keluar alias mengakhiri pertandingan lebih awal. Sedangkan dalam bulu tangkis, andai wasit memberikan kartu merah, maka servis akan berpindah tangan atau kalau sedang berada dalam reli panjang, lawan langsung mendapat poin.

Seperti dalam kasus Marcus dan Tommy, keduanya harus mengikhlaskan satu poin kepada lawan mereka akibat hukuman kartu merah tersebut.

Namun kartu merah dalam bulu tangkis hukuman paling berat. Dalam bulu tangkis, tahapan paling berat adalah kartu hitam yang fungsinya hampir sama seperti kartu merah dalam sepak bola.

Baca Juga: All England 2019, Luka di Jari Telunjuk Kaki Ikut Pengaruhi Performa Jonatan

Jadi, jika pebulu tangkis mendapat kartu hitam, dia akan dikeluarkan dari pertandingan bahkan dari turnamen atau didiskualifikasi. Kasus ini pernah menimpa ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, ketika melawan Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan) pada babak penyisihan Olimpiade London 2012.

Diduga dua pasangan tersebut tak ingin meraih kemenangan sehingga terhindar dari pertemuan dengan ganda putri nomor satu dunia kala itu, Wang Xiaoli/Yu Yang (China) pada babak perempat final. Ini membuat wasit mengacungkan kartu hitam sehingga mereka didiskualifikasi. (Bagaskara Setyana Adhie Perkasa)




Close Ads X