Santiago Solari dan Tragedi 113 Hari Sang Pelatih

Kompas.com - 06/03/2019, 22:00 WIB
Toni Kroos dan Sergio Reguilon tampak kecewa dengan hasil akhir laga Real Madrid vs Ajax Amsterdam di Stadion Santiago Bernabeu dalam babak 16 besar Liga Champions, 5 Maret 2019. AFP/JAVIER SORIANO Toni Kroos dan Sergio Reguilon tampak kecewa dengan hasil akhir laga Real Madrid vs Ajax Amsterdam di Stadion Santiago Bernabeu dalam babak 16 besar Liga Champions, 5 Maret 2019.

KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Santiago Solari, tak bisa menyembunyikan diri dari kegagalan yang menimpa timnya saat Los Blancos tumbang 1-4 versus Ajax Amsterdam di babak 16 besar Liga Champions, Rabu (6/3/2019) dini hari WIB.

Real Madrid harus tumbang dari jagoan Belanda itu dengan agregat 3-5 walau memenangi laga leg pertama 2-1 di Amsterdam.

Padahal, Liga Champions adalah satu-satunya harapan terakhir Real Madrid untuk trofi musim ini setelah mereka terpaut 12 poin dari Barcelona di Liga Spanyol dan ditendang oleh rival mereka tersebut pada semifinal Copa del Rey kurang dari seminggu lalu.

Kekalahan besar di Santiago Bernabeu tersebut adalah mimpi buruk bagi Santiago Solari.

Bagaimana tidak, hanya dalam 113 hari era kepelatihannya, ia menakhodai Real Madrid ke dua kekalahan kandang terbesar klub sepanjang sejarah di Liga Champions.

Baca juga: Real Madrid dan Bencana di Tengah Rencana Renovasi Santiago Bernabeu

Selain hasil 1-4 kontra Ajax Amsterdam ini, Solari juga berandil ketika Madrid kandas 0-3 kontra CSKA Moskva pada laga terakhir Grup G, medio Desember lalu.

Solari "melepas" laga terakhir grup tersebut setelah Madrid tak bisa lagi dikejar tim peringkat kedua, AS Roma.

Ia menurunkan pemain-pemain hijau seperti Jesus Vallejo, Federico Valverde, dan Javier Sanchez pada laga tersebut.

Kendati tak memengaruhi posisi akhir klasemen ketika itu, harian Spanyol, Marca, menyinggung bahwa hasil tersebut akan akan punya dampak masif.

"Kekalahan ini akan hidup di ingatan para suporter, koran-koran, dan akan memberi banyak orang bahan pembicaraan," tulis Marca ketika itu.

Hanya kegagalan lebih parah yang bisa menutupi bencana tersebut dan hal itu yang persis terjadi.

Kekalahan kontra CSKA bak tenggelam di bawah gulungan ombak pemberitaan seusai Madrid tumbang lawan Ajax.

Halaman:



Close Ads X