Kompas.com - 01/03/2019, 15:00 WIB
Bek Barcelona, Gerard Pique, bereaksi pada laga Liga Spanyol kontra Real Madrid pada 28 Oktober 2018. DAVID RAMIREZ / LALIGABek Barcelona, Gerard Pique, bereaksi pada laga Liga Spanyol kontra Real Madrid pada 28 Oktober 2018.

KOMPAS.com - Bek Barcelona, Gerard Pique (32), tak pernah menyembunyikan kesetiaannya terhadap tanah kelahirannya, Catalonia.

Medio pekan ini, Gerard Pique menyinggung soal minimnya perhatian media Spanyol terhadap persidangan yang tengah dijalani oleh 12 pemimpin gerakan kemerdekaan Catalonia.

Namun, pendapatnya langsung dimentahkan oleh Javier Tebas, Presiden La Liga (operator kompetisi Liga Spanyol).

Dua tahun lalu, saat Referendum Catalonia berlangsung, Gerard Pique adalah satu sosok vokal yang meminta para penduduk di region timur laut Spanyol tersebut untuk datang ke pusat pemilihan suara dan menyatakan pendapat mereka.

"Anda memilih ya, atau tidak, atau tak mengisi apa-apa. Namun, Anda berpartisipasi. Pada era Franco, kita tak dapat mempertahankan nilai-nilai kita," ujarnya kepada rakyat Catalonia seperti dikutip dari Guardian.

Ia menyinggung penderitaan yang dialami rakyat Catalonia saat Spanyol diperintah oleh Jenderal Francisco Franco, diktator yang menguasai Spanyol selama tiga setengah dekade.

"Saya adalah Catalan dan saya sangat bangga akan hal itu. Saya sangat bangga dengan publik kami," tutur sang bek jangkung.

Baca juga: Santiago Bernabeu Lebih Ramah bagi Barcelona Dibandingkan Madrid

Ia bahkan sempat berpikir untuk berhenti dari timnas Spanyol segera setelah Referendum Catalonia apabila kehadirannya memberikan sorotan negatif, mengingat gerakan tersebut dicap ilegal dan pembangkangan terhadap Pemerintah Spanyol.

"Apabila pelatih atau Federasi berpikir bahwa saya akan menjadi problema atau mengganggu tim, saya akan meninggalkan timnas sebelum 2018," ujar cucu dari Amador Bernabeu, mantan wakil presiden Barcelona, ini.

Beruntung bagi timnas Spanyol, Pique tetap memperkuat La Roja di Piala Dunia 2018 walau kampanye tersebut berakhir jauh dari harapan para fans. Ia pun pensiun setelah turnamen.

Percepat waktu ke medio pekan ini dan Pique kembali berkomentar perihal Kemerdekaan Catalonia.

Kali ini, ia menyuarakan pendapatnya soal ke-12 pemimpin Catalan yang tengah menjalani persidangan di Mahkamah Tinggi Spanyol.

Beberapa dari pemimpin tersebut, seperti Jordi Cuixart, menghadapi hukuman penjara 17 tahun karena dituduh menggalang aksi kekerasan yang berhubungan dengan pemberontakan dan separatisme dari Spanyol.

Baca Juga: Usai El Clasico, Gerard Pique Justru Bicara Politik

Gerard Pique memanfaatkan perhatian publik yang tertuju seusai kemenangan 3-0 Barcelona di laga El Clasico kontra Real Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey, Kamis (28/2/2019) dini hari WIB.

Menurutnya, media-media Spanyol harus bisa lebih mengangkat isu Catalonia ketimbang terus membahas persoalan di dalam lapangan.

"Negara ini akan menjadi lebih baik apabila kita mengurangi diskusi soal VAR dan berbicara lebih banyak soal persidangan tahanan politik yang super tidak adil tersebut," ujarnya seperti dikutip dari Sport.

Namun, jurang pendapat antara Catalonia dengan sisa Spanyol masih sangat terasa.

Baca Juga: Bursa Transfer - Barcelona Coba Bajak Kembali Pemain Ajax Amsterdam

Hanya sehari berselang, Presiden La Liga, Javier Tebas, langsung menyapu pendapat Pique tersebut ke bawah karpet.

"Gerard adalah pesepak bola top, tetapi ia tak tahu banyak soal sistem peradilan di negara kami," tutur Tebas seperti dikutip As.

"Tak ada tahanan politik di negeri ini, yang ada hanyalah oknum-oknum yang menurut jaksa penuntut umum berupaya melakukan kejahatan pemberontakan dan tengah menjalani sidang karena itu," ujarnya.

Javier Tebas selalu berpendirian kuat soal Referendum Catalonia.

Ia mengatakan bahwa Barcelona dan Espanyol harus keluar dari Liga Spanyol apabila "pemberontakan berlangsung dan, pada akhirnya, berjaya".

Fakta bahwa Tebas merupakan suporter Real Madrid semenjak kecil memperlebar jurang antara dia dan apa yang Pique lihat sebagai perjuangan hakiki rakyat Catalonia.

Menarik melihat bagaimana kelanjutan pendirian Tebas atau para penerusnya di La Liga nanti mengingat Gerard Pique digaungkan untuk menjadi Presiden Barcelona setelah ia pensiun.

Kontrak Pique bersama Barcelona sendiri akan berakhir pada Juni 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sport.es
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.