Madrid Vs Barcelona, Van der Vaart Sebut Messi Tak Bisa Dihentikan

Kompas.com - 27/02/2019, 20:14 WIB
Lionel Messi membalas dukungan penonton di Stadion Camp Nou seusai dia mencetak gol pada pertandingan Barcelona vs Real Valladolid dalam lanjutan La Liga Spanyol, 16 Februari 2019. AFP/PAU BARRENA Lionel Messi membalas dukungan penonton di Stadion Camp Nou seusai dia mencetak gol pada pertandingan Barcelona vs Real Valladolid dalam lanjutan La Liga Spanyol, 16 Februari 2019.

KOMPAS.com - Mantan penyerang Real Madrid, Rafael van der Vaart, memuji kemampuan megabintang Barcelona, Lionel Messi. Dia menyebut pemain mungil asal Argentina tersebut tidak bisa dihentikan.

Van der Vaart mengungkapkan hal tersebut menjelang el clasico pada Rabu (27/2/2019) atau Kamis dini hari WIB di Santiago Bernabeu. Madrid akan menjamu Barcelona pada leg kedua Copa del Rey.

Baca Juga: Mantan Gelandang Barcelona Bicara soal "Hattrick" Lionel Messi

"Dia berasal dari dunia lain. Saya melihatnya pada hari yang lain saat melawan Sevilla. Tak mungkin menghentikan dia. Saya berpikir demikian karena dia berada di mana saja," ujar Van der Vaart kepada El Larguero.

"Dia berlari dengan bola tetapi antara kecepatan dan teknik, anda tidak bisa membendungnya."

Pernyataan Van der Vaart tidak berlebihan jika merujuk fakta yang Messi sajikan. Pemain berusia 31 tahun tersebut tengah menikmati musim yang spektakuler setelah membuat hat-trick ke-50 sepanjang kariernya di La Liga usai Barca menang atas Sevilla, Sabtu (23/2). Kala itu Messi mencetak tiga gol dan sehingga dia kini sudah mengoleksi 33 gol dalam 32 pertandingan La Liga musim 2018-19.

Baca Juga: Real Madrid Vs Barcelona, Vinicius atau Messi Jadi Penentu

Van der Vaart pun berbicara mengenai peluang Madrid dalam ajang Copa del Rey. Dia berharap klub berjulukan Los Blancos ini lolos karena memiliki keuntungan bermain imbang 1-1 pada leg pertama di Camp Nou.

Namun, ada kenangan buruk Van der Vaart ketika melakoni el clasico satu dekade yang lalu. Kala itu Madrid kalah 2-6 di Santiago Bernabeu di mana Thierry Henry dan Messi sama-sama mencetak dua gol.

"Ketika saya di Madrid, Barca jauh lebih baik dibandingkan kami. Ketika itu mereka jauh lebih baik dibandingkan tim-tim lain di dunia," ujar pria asal Belanda ini.

"Saya ingat pertandingan itu yang berakhir 2-6. Laga itu tampak seperti permainan PlayStation."

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X