Nilai Piatek Meningkat Dua Kali Lipat Mencapai Rp 1,2 Triliun

Kompas.com - 18/02/2019, 18:00 WIB
David Ospina berhasil mengamankan gawangnya dari usaha Krzysztof Piatek pada pertandingan Napoli vs AC Milan di Stadion San Paolo dalam lanjutan Serie A Liga Italia, 26 Januari 2019. AFP/MIGUEL MEDINA David Ospina berhasil mengamankan gawangnya dari usaha Krzysztof Piatek pada pertandingan Napoli vs AC Milan di Stadion San Paolo dalam lanjutan Serie A Liga Italia, 26 Januari 2019.

KOMPAS.com - AC Milan memboyong Krzysztof Piatek dari Genoa pada Januari 2019 dengan harga 35 juta euro (sekitar Rp 559,138 miliar). Kini, harga pemain 23 tahun tersebut sudah meningkat dua kali lipat mencapai 70 hingga 80 juta euro (sekitar Rp 1,118 triliun - 1,278 triliun).

Demikian klaim direktur olahraga Genoa, Giorgio Perinetti. Dia mengakui, striker asal Polandia tersebut sudah memasuki dimensi yang berbeda dalam bursa transfer karena performanya yang memukau.

Baca Juga: Jangan Salah! Tertulis Piatek Tapi Striker Milan Ini Dipanggil Piontek

Nama Piatek sama sekali tak dikenal ketika Genoa memboyongnya dari Craiova Krakow pada Juli 2018 setelah menebusnya dengan harga 4,5 juta euro (sekitar Rp 71,873 miliar). Namun kini, dia menjadi pusat perhatian dunia setelah menghasilkan 25 gol dalam 26 penampilan Serie A dan Coppa Italia.

Jumlah gol tersebut termasuk enam lesakkan hanya dalam lima pertandingan bersama Rossoneri, julukan Milan. Terbaru, dia mencetak dua gol dalam laga tandang ke markas Atalanta pada Sabtu (16/2/2019) di mana Milan menang 3-1.

"Piatek saat ini memasuki dimensi yang berbeda dalam pasar transfer," ujar Perinetti kepada Gazzetta dello Sport.

Baca Juga: AC Milan Vs Napoli, Piatek Sebut Aksinya Baru Permulaan

"Genoa berjudi dan karena kebutuhan kami mengambil 35 juta euro. Klub seperti kami harus melakukan itu dan keberhasilan Antonio Sanabria sebagai penggantinya membuktikan bahwa kami benar."

"Secara teori, Piatek sudah menggandakan nilainya karena sekarang dia berharga tidak kurang dari 70-80 juta euro."


Terkini Lainnya

Mundurnya Edy Rahmayadi adalah Konsekuensi Perjuangan Revolusi PSSI

Mundurnya Edy Rahmayadi adalah Konsekuensi Perjuangan Revolusi PSSI

Liga Indonesia
Indonesia Vs Vietnam, Asnawi Ungkap Modal Timnas U-23 untuk Raih Kemenangan

Indonesia Vs Vietnam, Asnawi Ungkap Modal Timnas U-23 untuk Raih Kemenangan

Liga Indonesia
Klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia di Peringkat 3

Klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia di Peringkat 3

Liga Indonesia
Inggris Vs Ceko, Jaroslav Silhavy Akui The Three Lions Lebih Baik

Inggris Vs Ceko, Jaroslav Silhavy Akui The Three Lions Lebih Baik

Internasional
Timnas U-23 Indonesia Berterima Kasih kepada Ezra Walian

Timnas U-23 Indonesia Berterima Kasih kepada Ezra Walian

Liga Indonesia
Prediksi Superkomputer, Liverpool Gagal, Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini?

Prediksi Superkomputer, Liverpool Gagal, Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini?

Liga Inggris
Argentina Vs Venezuela, Scaloni Akui Belajar Banyak dari Hasil Laga

Argentina Vs Venezuela, Scaloni Akui Belajar Banyak dari Hasil Laga

Internasional
Alami Cedera saat Argentina Vs Venezuela, Messi Kembali ke Barcelona

Alami Cedera saat Argentina Vs Venezuela, Messi Kembali ke Barcelona

Liga Spanyol
Moldova Vs Perancis, Deschamps Bangga Tiga Penyerangnya Cetak Gol

Moldova Vs Perancis, Deschamps Bangga Tiga Penyerangnya Cetak Gol

Internasional
Portugal Vs Ukraina, Fernando Santos Sebut Hasil Laga Tidak Memuaskan

Portugal Vs Ukraina, Fernando Santos Sebut Hasil Laga Tidak Memuaskan

Internasional
Inggris Vs Ceko, Southgate Tak Terkejut dengan Penampilan Sterling

Inggris Vs Ceko, Southgate Tak Terkejut dengan Penampilan Sterling

Internasional
Kebangkitan Timnas Belanda dan Evolusi Rivalitas Oranje dengan Jerman

Kebangkitan Timnas Belanda dan Evolusi Rivalitas Oranje dengan Jerman

Internasional
Gareth Bale Bantah Tak Akur dengan Ronaldo Saat di Real Madrid

Gareth Bale Bantah Tak Akur dengan Ronaldo Saat di Real Madrid

Liga Spanyol
Shevchenko Sebut Piatek sebagai Titisannya

Shevchenko Sebut Piatek sebagai Titisannya

Liga Italia
Moldova Vs Perancis, Start Apik Sang Juara Dunia

Moldova Vs Perancis, Start Apik Sang Juara Dunia

Internasional

Close Ads X