Alasan PSSI Ubah Final Piala Presiden Jadi Kandang-Tandang

Kompas.com - 18/02/2019, 14:01 WIB
Persija Jakarta menjuarai Piala Presiden 2018 seusai mengalahkan Bali United dengan skor 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (17/2/2018) malam WIB.FERY SETIAWAN/BOLASPORT.COM Persija Jakarta menjuarai Piala Presiden 2018 seusai mengalahkan Bali United dengan skor 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (17/2/2018) malam WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - PSSI mengubah format final Piala Presiden menjadi kandang-tandang. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, final Piala Presiden 2019 tak akan digelar satu pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto mengatakan, format kandang-tandang dipilih untuk mendatangkan sebanyak mungkin penonton saat final.

"Kami belajar dari Piala Presiden 1,2,3. Kami menganalisa sistem sekali pertandingan kalau tidak melibatkan tim yang menjadi tuan rumah gebyarnya terasa kurang," kata Iwan di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (10/2/2019).

Baca juga: Jadwal Piala Presiden 2019, Dihelat di 5 Kota

Piala Presiden 2019 dijadwalkan dimulai 2 Maret mendatang. Sedangkan final akan digelar pada 9 dan 12 April.

Menurut Iwan, setelah rampungnya babak penyisihan, Piala Presiden akan memasuki jeda selama sekitar 10-12 hari. Pasalnya pada akhir Maret, timnas Indonesia harus melakoni uji coba internasional melawan timnas Myanmar.

"Di tengah-tengah ada jeda kurang lebih 10-12 antara penyisihan dan perempat final karena kita fokus mempersiapkan timnas ke Myanmar," ujar Iwan.




Close Ads X