Kompas.com - 18/02/2019, 09:14 WIB
Pebulu tangkis asal Korea Selatan, Lee Yong-dae, menghadiri sesi konferensi pers Djarum Superliga 2017, di DBL Arena, Surabaya, Rabu (22/2/2017). TB KUMARA/JUARA.NETPebulu tangkis asal Korea Selatan, Lee Yong-dae, menghadiri sesi konferensi pers Djarum Superliga 2017, di DBL Arena, Surabaya, Rabu (22/2/2017).

BANDUNG, KOMPAS.com - Tim Musica Trinity membuka kemungkinan pebul tangkis asal Korea Selatan Lee Yong-dae berpasangan dengan pemain Indonesia, Fajar Alfian, dalam Djarum Superliga Badminton 2019 yang digelar di GOR Sabuga, Bandung, 18-24 Februari.

Lee Yong-dae sebelumnya pernah berduet dengan Fajar pada Djarum Superliga Badminton 2015 di Denpasar, Bali.

Saat itu, Fajar masih menjadi pemain yang baru naik ke kelas utama.

Adapun Lee saat itu merupakan salah satu ganda putra terbaik dunia ketika berpasangan dengan Yoo Yeon-seong.

Baca juga: PB Djarum Kudus Prioritaskan Jam Terbang Para Pemain Muda

"Bisa saja Lee/Fajar kembali dipasangkan. Kami membuka peluang rotasi dalam tim supaya pertandingan lebih seru, tidak seperti superseries dengan menggabungkan pemain lokal dan asing," kata Manajer tim Musica Trinity, Effendy Wijaya ditemui BolaSport.com di Hotel Intercontinental, Bandung, Minggu (17/2/2019).

"Menggabungkan pemain lokal dan asing sebagai pasangan juga bertujuan agar pemain bisa tetap menyatu. Jadi, Lee jangan hanya bermain dengan rekan senegaranya juga (Kim Sa-rang)," kata Effendy.

 

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, berpose di hall pelatnas, Cipayung, Jakarta, jelang Malaysia Masters 2019.BADMINTON INDONESIA Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, berpose di hall pelatnas, Cipayung, Jakarta, jelang Malaysia Masters 2019.

Bagi Lee, ini merupakan kali ketiga memperkuat Musica dalam superliga. Dalam kurun waktu tersebut, Lee juga sukses mengantar Musica sebagai juara.

Musica tercatat telah merebut gelar dalam empat penyelenggaraan superliga.

"Kebersamaan mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat Lee nyaman. Kami selalu mengajak pemain melakukan kegiatan bersama, mulai dari latihan, makan, hingga saat jalan-jalan. Apalagi, bapak dan ibunya sempat datang ke Indonesia. Jadi, kami sudah saling mengenal baik," ucap Effendy.

Menurut Effendy, jika pemain asing dan lokal tidak saling mengenal akan menyulitkan tim bersatu dalam pertandingan.

"Sehari sebelum ke Bandung, kami berlatih bersama di Jakarta. Di Bandung, kami juga berlatih untuk beradaptasi dengan lapangan yang digunakan untuk pertandingan," tutur Effendy.

Baca juga: Musica Trinity, Tim Bulu Tangkis Bertabur Bintang pada Djarum Superliga 2019

Musica yang menjadi unggulan pertama tergabung di Grup A bersama Sports Affairs, Daihatsu Astec, dan Berkat Abadi.

Pada laga pertama, Senin (18/2/2019), Musica akan menghadapi Berkat Abadi mulai pukul 18.00 WIB. Adapun sesi pertandingan pertama akan digelar pada hari yang sama, mulai pukul 13.00 WIB. (Delia Mustikasari)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X