Joko Driyono, Valentine, dan Pertanyaan Pamungkas

Kompas.com - 15/02/2019, 23:52 WIB
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menjawab pertanyaan Kompas.com dalam wawancara eksklusif di Kantor PSSI, Jumat (25/1/2019).
BOLASPORT.COM/DWI WIDIJATMIKO Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menjawab pertanyaan Kompas.com dalam wawancara eksklusif di Kantor PSSI, Jumat (25/1/2019).

KOMPAS.COM - Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Sepak Bola, Kombes Polisi Argo Yuwono.

Argo mengatakan penetapan status tersangka Joko Driyono tersebut menyusul tim gabungan dari Satgas Antimfia Sepak Bola, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya, menggeledah apartemen milik Joko Driyono pada Kamis (14/2/2019), bersamaan dengan momen Valentine atau hari kasih sayang yang dirayakan di seluruh dunia.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari alat bukti baru untuk memperdalam kasus pengaturan skor di sepak bola Tanah Air.

Dalam penggeledahan tersebut, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen. Barang yang disita berupa sebuah laptop merek Apple warna silver beserta charger; sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger, dan dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Kemudian, ada juga buku tabungan dan kartu kredit, uang tunai (tidak disebutkan nominalnya), empat buah bukti transfer (struk), tiga buah handphone warna hitam, enam buah handphone, satu bandel dokumen PSSI, dan satu buku catatan warna hitam.

Baca juga: Ratu Tisha Ungkap Pencapaiannya di PSSI

Selanjutnya, satu buku note kecil warna hitam, dua buah flash disk, satu bandel surat, dua lembar cek kuitansi, satu bandel dokumen, dan satu buah tablet merek Sony warna hitam.

Ditetapkannya Joko Driyono sebagai tersangkat terkait dengan laporan LP omor 6990 tanggal 16 Desember 2018 oleh mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, dalam kasus pengaturan skor dalam kasus pengaturan skor (match fixing).

Joko Driyono pun menjadi tersangka ke-12 yang ditetapkan polisi. Sebelumnya 11 orang tersangka berasal dari wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jokdri pernah diperiksa oleh Polda Metro Jaya pada 24 Januari 2019 lalu.

Sehari setelah Jokdri diperiksa, Kompas.com mendapatkan kesempatan wawancara dengan pria asal Ngawi tersebut. Dalam wawancara tersebut, Kompas.com bertanya soal program kerjanya sebagai PLT Ketum PSSI.

Maklum, masih hangat karena Jokri baru lima hari menjabat posisi tersebut setelah Edy Rahmayadi menyatakan mundur dalam Kongres Tahunan PSSI 2019 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Baca juga: Wawancara Eksklusif: Joko Driyono, Mau Ngapain di PSSI?

Wawancara tersebut berlangsung selama 40 menit dengan 15 pertanyaan yang diajukan. Pada pertanyaan ketiga, Kompas.com menanyakan strategi Jokdri memulihkan citra sepak bola Indonesia di mata dunia setelah tersandung kasus pengaturan skor.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X