Marko Simic Menegaskan Dirinya Tak Lakukan Pelecehan Seksual

Kompas.com - 15/02/2019, 22:09 WIB
Striker Persija Jakarta, Marko SimicInstagram Marko Simic Striker Persija Jakarta, Marko Simic

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa penyerang timnya, Marko Simic, menegaskan dirinya tidak melakukan pelecehan seksual kepada salah satu wanita di dalam pesawat saat penerbangan dari Bali menuju Australia pada Sabtu (9/2/2019).

Kejadian yang menimpa Marko Simic itu kabarnya dilakukan saat ia bersama rombongan Persija Jakarta sedang menuju Australia untuk melakoni pertandingan melawan Newcastle Jets pada babak kualifikasi kedua Liga Champions Asia 2019 di Stadion McDonald Jones, Selasa (12/2/2019).

Atas kasus tersebut, paspor Marko Simic ditahan Imigrasi Australia dan tidak boleh meninggalkan Negeri Kanguru itu sampai persidangan kedua yang berlangsung pada 9 April 2019.

Baca Juga : Bantah Rumor Fabiano Beltrame, Umuh Muchtar Ingin Pulangkan Mantan

Sebelumnya, Marko Simic sempat datang ke persidangan pertama sebelum pertandingan Persija Jakarta melawan Newcastle Jets digelar.

Sidang pertama itu hanya mendengarkan penjelasan saksi atas kejadian yang menimpa penyerang asal Kroasia tersebut.

"Detail kasus Marko Simic saya tidak tahu, pokoknya Marko Simic merasa tidak bersalah, dan yang bisa membuktikan itu hanya pengadilan," kata Ferry Paulus di Lapangan Sutasoma, Halim, Jakarta Timur, Jumat (15/2/2019).

Pada persidangan pertama, Marko Simic ditemani pengacara asal Kroasia, Robert Haralovic.

Penyerang berusia 31 tahun itu akan ditemani pengacara tambahan dari manajemen Persija Jakarta, yakni Gusti Randa, yang akan tiba di Australia pada pekan depan.

Keinginan Persija Jakarta tentu saja agar kasus Marko Simic bisa cepat selesai sebelum sidang 9 April 2019 digelar.

Saat ini Persija Jakarta sedang berusaha untuk menjalin komunikasi dengan korban agar permasalahan tersebut diselesaikan dengan cara keluargaan.

"Saya gak mau jauh-jauh sampai arah pengadilan, bagaimana caranya kami cari jalan tengah supaya ini selesai," kata Ferry Paulus.

"Marko Simic juga belum pasti menetap di sana sampai 9 April 2019. Kalau upaya musyawarah terjalin dan ada kemungkinan Marko Simic bisa kembali ke Indonesia," kata Ferry Paulus.

Lebih lanjut Ferry Paulus mengatakan bahwa bisa saja kasus Marko Simic dengan korban bisa diselesaikan secara baik-baik.

Hanya saja pengacara Marko Simic dari Kroasia belum mempunyai identitas pasti dari korban pelecehan tersebut.

"Ada clue bahwa korban ini adalah warga negara Indonesia tapi punya kerjaan humas di sana. Namun identitas nama pastinya belum ketemu," kata Ferry Paulus.

Baca Juga : Pahang FA Minta Maaf Tak Bisa Lepas Saddil Ramdani ke Timnas U-22

Gusti Randa, dikatakan Ferry Paulus, akan terbang ke Australia pada pekan depan.

Ferry Paulus yakin Gusti Randa bisa membantu menyelesaikan permasalahan Marko Simic.

"Kebetulan Pak Gusti Randa pernah tinggal lama di sana, jadi rasanya gak terlalu sulit untuk beradaptasi dan mencari tau korban yang menetap di sana," kata Ferry Paulus.

"Inti permasalahannya kan kalau bisa diselesaikan kekeluargaan kenapa harus jadi rese," ucap Ferry Paulus. (Mochamad Hary Prasetya)




Close Ads X