BOPI: Jangan Sampai Ada Pemain Asing Masuk dengan Visa Turis

Kompas.com - 13/02/2019, 19:00 WIB
Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sambera di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (13/2/2019). Kompas.com/Alsadad RudiKetua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sambera di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia ( BOPI) Richard Sambera menegaskan Liga 1 harus menjadi kompetisi yang bernilai dan sesuai dengan peraturan.

Peraturannya juga tidak hanya menyangkut tentang dunia olahraga, tetapi juga menyangkut peraturan ketenagakerjaan, keimigrasian, hingga perpajakan.

Karena itu, Richard menilai penting bagi BOPI memperingatkan klub-klub, operator liga, dan PSSI untuk mulai mempersiapkan diri untuk rekomendasi kompetisi musim 2019.

Baca juga: Soal Kitas Essien, Persib Telah Tempuh Prosedur, Terganjal di BOPI

"Jangan sampai ada pemain asing dari cabang olahraga apa pun, masuknya dengan visa turis, lalu dapat penghasilan, tetapi tidak membayar pajak," kata Richard di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Liga 1 2019 dijadwalkan dimulai pada Mei 2019. Meski masih relatif lama, Richard mengimbau pengajuan rekomendasi untuk penyelenggaraan Liga 1 2019 sudah diajukan sebelum Piala Presiden.

"Kami memberikan imbauan jauh hari supaya tahun ini kami bekerja sama menata kegiatan pramusim. Biarpun ini pramusim, tetapi ranahnya masuk dalam cabang olahraga profesional Indonesia," ujar Richard.

Baca juga: Anggota Exco PSSI hingga Pelatih PSS Sleman Diperiksa Satgas Antimafia Bola

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X