Mantan Kapolri Ungkap 2 Cara Cegah Pengaturan Skor

Kompas.com - 13/02/2019, 14:27 WIB
Penasehat Komite Adhoc Integritas PSSI, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti (Kanan) didampingi ketua komite, Ahmad Riyadh saat memberikan keterangan pers seputar tugas Komite Adhoc Integritas di FX Office Tower, Jakarta, Rabu (13/2/2019). Kompas.com/Alsadad RudiPenasehat Komite Adhoc Integritas PSSI, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti (Kanan) didampingi ketua komite, Ahmad Riyadh saat memberikan keterangan pers seputar tugas Komite Adhoc Integritas di FX Office Tower, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti menyebut ada banyak cara untuk mencegah pengaturan skor dalam persepakbolaan nasional, dua di antaranya adalah pendeteksian dini dan pengamatan di lapangan.

Badrodin melontarkan hal itu dalam kapasitasnya sebagai penasehat Komite Adhoc Integritas yang dibentuk PSSI.

"Deteksi bisa melalui sistem, bisa melalui orang, bisa melalui teknologi," kata Badrodin di FX Office Tower, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Untuk pengamatan di lapangan, Badrodin menyebut hal tersebut sangat penting. Ia menyatakan bahwa pengawasan bahkan harus dilakukan dari tingkat Liga 1, Liga 2, hingga Liga 3.

Baca juga: Satgas Antimafia Bola Kembali Periksa Sesmenpora soal Pengaturan Skor

"Jelas kami akan zero tollerance terhadap berbagai bentuk pelanggaran," ucap Badrodin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Adhoc Integritas, Ahmad Riyadh menyatakan, pihaknya berencana ingin menghadirkan aplikasi pengaduan.

"Kami ingin masyarakat semua mendukung langkah tim ini dan memberikan masukan," ucap Riyadh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X