Teknologi Baru Formula 1, Demi "Fans" dan Balapan yang Lebih Kompetitif - Kompas.com

Teknologi Baru Formula 1, Demi "Fans" dan Balapan yang Lebih Kompetitif

Kompas.com - 12/02/2019, 12:50 WIB
Managing Director F1, Ross Brawn, tengah menjelaskan data yang tampil di siaran langsung ketika balapan Formula 1 berlangsung dalam acara re:Invent 2018 yang digagas Amazon Web Services di Las Vegas pada 29 November 2018. KOMPAS.com/JALU W WIRAJATI Managing Director F1, Ross Brawn, tengah menjelaskan data yang tampil di siaran langsung ketika balapan Formula 1 berlangsung dalam acara re:Invent 2018 yang digagas Amazon Web Services di Las Vegas pada 29 November 2018.

KOMPAS.com — Mulai awal pekan ini, tim Formula 1 telah merilis mobil baru untuk dikendarai para pebalap sepanjang musim balap F1 2019.

Haas, Williams, dan Toro Rosso menjadi yang terdepan dalam memperkenalkan desain mobil baru mereka, Senin (11/2/2019). 

Semangat baru diharapkan muncul dengan adanya tampilan lebih menyegarkan dari mobil-mobil tersebut. Salah satunya adalah Williams yang musim lalu cuma mengumpulkan tujuh poin dari seluruh seri balapan. 

"Tak seorang pun dari tim ini ingin mengulang catatan buruk 2018. Dengan mobil baru ini, kami inginkan adanya kemajuan," kata Claire Williams, petinggi tim asal Inggris itu, seperti dikutip dari situs web Sky Sports. 

Baca juga: Luncurkan Mobil Baru, Williams Usung Semangat Kebangkitan

Sisa tim akan mengikuti jejak mereka untuk memperkenalkan mobil barunya pada pekan ini. Hal itu disebabkan pada pekan depan beberapa tim akan melakukan tes di sirkuit guna mempersiapkan diri menghadapi musim baru. 

Dalam peluncuran itu diperkenalkan sejumlah teknologi baru yang disematkan di mobil-mobil Formula 1 tersebut. Tiga hal yang diperbarui dari mobil untuk tahun ini ada pada bagian sayap depan, sayap belakang, dan rem depan. 

Sayap bagian depan mempunyai rentang yang lebih lebar, tinggi, dan maju. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi turbulensi.

Modifikasi sayap ini diperkuat dengan saluran rem depan yang  disederhanakan dan tanpa winglets. Adapun sayap bagian belakang yang lebih tinggi dan luas menghasilkan daya downforce lebih besar sehingga memungkinkan pebalap menyalip dengan lebih efektif. 

"Kami mengusung konsep ini agar tingkat kompetisi semakin ketat," kata Ross Brawn, Managing Director F1, dalam acara "re:Invent" yang digagas Amazon Web Services (AWS) di Las Vegas, akhir November 2018. 

“Perubahan-perubahan itu diprediksi akan membuat mobil menunjukkan performa lebih baik sekitar 20 persen. Hal ini juga menjadi langkah penting untuk menatap 2021,” kata mantan petinggi Ferrari itu menambahkan.  

Tahun 2021 seperti ucapan Brawn itu mengacu pada perubahan besar yang akan dilakukan di kancah Formula 1. Sebelumnya, Federasi Otomotif Internasional (FIA) telah memperkenalkan mobil konsep untuk tahun tersebut pada September 2018. 

Berbeda dengan perubahan minor yang dilakukan beberapa tahun belakangan ini, untuk musim 2021 akan ada revolusi besar dalam tampilan mobil balap F1. Bukan sekadar terlihat mewah dan canggih, pun indah dan futuristis. 

Baca juga: Mirip Edisi 2018, Toro Rosso Ternyata Punya Desain Berbeda

Ada tiga fokus utama yang ditekankan dalam hal konsep mobil bapal 2021. Fokus pertama adalah Halo atau proteksi kokpit. 

Saat awal kemunculannya, Halo sempat dikritik karena tampilan mobil balap jadi jelek. Untuk 2021, Halo akan menyatu dengan bodi mobil sehingga bakal tampil lebih estetis. 

Faktor kedua dan ketiga berkaitan dengan aerodinamika mobil. Salah satunya adalah soal kecepatan. 

Ada rencana ukuran ban berubah dari 13 inci menjadi 18 inci. Menurut Brawn, hal ini dimaksudkan agar pengaturan perhitungan tekanan ban lebih mudah. 

Managing Director F1, Ross Brawn, tengah menjelaskan konsep mobil Formula 1 untuk musim balap 2021 di acara re:Invent 2018 yang digagas Amazon Web Services di Las Vegas pada 29 November 2018. KOMPAS.com/JALU W WIRAJATI Managing Director F1, Ross Brawn, tengah menjelaskan konsep mobil Formula 1 untuk musim balap 2021 di acara re:Invent 2018 yang digagas Amazon Web Services di Las Vegas pada 29 November 2018.

Berkaitan dengan rencana perubahan ban itu, Brawn mengatakan pentingnya mengatur aliran angin yang muncul dari tempat ban. Akan ada alat baru untuk menstabilkan aliran udara, dan saluran rem depan tanpa winglets seperti musim ini menjadi purwarupanya. 

“Saat ini, perbedaan antartim terlihat begitu mencolok sehingga sering terlihat pebalap sulit mengejar satu sama lain,” kata Brawn seperti dikutip dari situs web F1 pada September 2018. 

Baca juga: Amazon Rilis 80 Produk dan Fitur Baru di Re:Invent 2018

Nah, dengan adanya konsep baru pada mobil balap untuk musim 2021 diharapkan jurang pembeda antartim menjadi semakin terkikis. Harapan itu juga yang diinginkan Romain Grosjean, pebalap Haas. 

“Pada 2021, saya rasa persaingan akan lebih kompetitif. F1 memang harus melakukan perbaikan agar setiap tim punya kesempatan meraih podium,” tutur Grosjean dalam peluncuran mobil baru Haas seperti dikutip dari situs web Crash.net

 

Karena setiap detik begitu berharga... 

Mobil balap F1 memang technology oriented. Teknologi yang ada di mobil tersebut terus dibenahi dan diperbaiki dari tahun ke tahun. 

Teknologi memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mobil F1. Selain faktor keselamatan, teknologi-teknologi tersebut dipakai agar mobil semakin cepat dan kian kompetitif. 

Perencanaannya pun tak dibuat dengan sistem kebut semalam. Teknologi-teknologi baru itu sudah digodok selama beberapa tahun sebelumnya agar tim-tim bisa mempersiapkan diri menjelang regulasi baru tersebut diterapkan. 

Oleh sebab itu, menurut dia, dibutuhkan analisis yang mendalam agar mobil balap menjadi lebih kompetitif, pun menarik untuk ditonton. Atas dasar itulah, dibutuhkan sebuah sistem untuk menunjang proses dalam analisis data tersebut.

"Dalam dunia balap, perbedaan tidak lagi diukur dalam satuan detik. Setiap milidetik bisa menjadi pembeda hasil akhir sebuah balapan," kata Brawn sambil memperlihatkan proses pergantian ban mobil F1 yang tak sampai 10 detik. 

Untuk membantu proses tersebut, F1 dalam bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS), salah satu divisi bisnis dari Amazon. AWS adalah perusahaan penyedia jasa infrastruktur internet berbasis cloud computing. 

Menurut Brawn, ada dua inisiatif besar dari F1 dalam kerja samanya dengan AWS, yakni High Performance Computing (HPC) dan Machine Learning (ML). 

HPC digunakan untuk memperbaiki tingkat kompetisi. Bagaimanapun, di sebuah mobil balap terdapat 120 sensor yang akan meproduksi 1,1 juta data telemetri setiap detiknya sehingga dibutuhkan infrastruktur besar dan stabil untuk menganalisisnya. 

"Dari data tersebut, teknisi dan mekanik bisa menganalisis kecepatan dan akurasi mobil hingga cost yang timbul karenanya," tutur Brawn. 

Baca juga: Mengenal 4 Istilah Teknis pada Lomba Jet Darat Formula 1

Sementara itu, Machine Learning, dalam hal ini Amazon Sagemaker, berguna dalam melakukan analisis performa pebalap maupun mobil. 

"Dengan menggunakan data olahan dari Sagemaker, pebalap bisa mengetahui performa mobilnya, probabilitas untuk menyalip pebalap lain, dan perhitungan waktu pit stop agar bisa mendapatkan keunggulan kompetitif dari pesaing," kata Brawn. 

"Bagi teknisi di pit stop, Machine Learning juga digunakan untuk mengetahui kondisi mobil secara realtime. Dengan begitu, mereka bisa melakukan analisis soal apa yang mesti dilakukan terhadap mobil tersebut saat menjalani pit stop," tuturnya. 

Tak ketinggalan, Brawn membutuhkan Machine Learning untuk meningkatkan engagement dengan fan atau pencinta olahraga balap. Mereka menggunakan Sagemaker untuk membangun integrasi dengan TV pemegang hak siar untuk menampilkan data-data balapan. 

"Data yang muncul di layar televisi saat siaran langsung, seperti waktu satu putaran atau selisih waktu antarpebalap itu muncul secara realtime," ucap Brawn melanjutkan. 

Formula 1 saat ini dilakukan di 21 negara. Balapan jet darat ini disiarkan langsung di lebih dari 180 negara dengan lebih dari 500 juta fans

 



Close Ads X