Timnas U-22 Ditarget Juarai Piala AFF 2019

Kompas.com - 11/02/2019, 18:40 WIB
Manajer Tim nasional U-22 Indonesia Iwan Budianto saat konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (10/2/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Manajer Tim nasional U-22 Indonesia Iwan Budianto saat konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (10/2/2019)


MALANG, KOMPAS.com - Manajer tim nasional U-22 Indonesia, Iwan Budianto, menargetkan timnya untuk menjuarai Piala AFF U-22 2019. Ajang ini akan digelar di Kamboja pada 17-26 Februari 2019. 

"Insya Allah melebihi juara," katanya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (10/2/2019).

Berdasarkan hasil drawing, Indonesia menghuni Grup B bersama Malaysia, Myanmar dan Kamboja selaku tuan rumah.

Untuk memenuhi ambisinya, Timnas U-22 menjalani sejumlah laga uji coba melawan klub Liga 1, klub yang berada di kompetisi kasta tertinggi. Harapannya, Garuda Muda mampu menghadapi tekanan taktik permainan lawan.

"Tim yang beruji coba dengan kita itu tim yang sudah matang. Bhayangkara FC juara musim yang sebelumnya. Kemudian Arema FC juga tim yang tidak banyak berubah," kata Iwan.

Baca juga: Wawancara Eksklusif Simon McMenemy, Cahaya Harapan Timnas Indonesia

"Kami ketemu Madura United tim yang mungkin paling bagus secara rekrutmen pemain di musim ini. Nanti kita lihat," imbuh bekas CEO Arema FC tersebut.

Selama menjalani laga uji coba, Timnas U-22 hanya memperoleh hasil imbang. Melawan Bhayangkara FC imbang 2-2, dan melawan Arema FC imbang 1-1. Selanjutkan Timnas U-22 akan meladeni permainan Madura United sebelum menuju Kamboja. Timnas U-22 akan melawan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan pada Selasa (12/2/2019) pukul 15.00 WIB. 

Pria yang biasa disapa IB itu menyampaikan, klub Liga 1 sengaja diambil sebagai lawan uji coba karena ingin melatih skuad Garuda Muda dalam menghadapi tekanan lawan.

"Memang program kita di laga ujicoba ini kita mau berikan tekanan kepada pemain kita agar mereka secara percaya diri siap untuk menghadapi pemain level apapun di Kamboja," jelasnya.




Close Ads X