Usia dan Hukuman Bikin Radja Nainggolan Ubah Gaya Hidup - Kompas.com

Usia dan Hukuman Bikin Radja Nainggolan Ubah Gaya Hidup

Kompas.com - 11/02/2019, 10:41 WIB
Dua pemain keturunan Indonesia pada laga Sampdoria vs Inter Milan, Emilio Audero Mulyadi dan Radja Nainggolan, dalam lanjutan Liga Italia, 22 September 2018. AFP/ALBERTO PIZZOLI Dua pemain keturunan Indonesia pada laga Sampdoria vs Inter Milan, Emilio Audero Mulyadi dan Radja Nainggolan, dalam lanjutan Liga Italia, 22 September 2018.

KOMPAS.com - Gelandang Inter Milan berdarah Indonesia, Radja Nainggolan, mengaku mulai sadar dengan gaya hidupnya yang tidak sehat. Faktor usai termasuk pertimbangan bekas gelandang internasional Belgia tersebut.

Radja Nainggolan dikenal memiliki gaya hidup yang cukup berisiko sebagai seorang pesepak bola. Selain gemar berpesta, dia juga kecanduan merokok, menenggak minuman keras, begadang, serta kerap berkunjung ke diskotik.

Baca Juga: Mauro Icardi, 644 Menit Tanpa Gol di Liga Italia untuk Inter Milan

Kini, Radja Nainggolan mengaku sadar untuk membatasi kebiasaan tersebut, mengingat usianya yang sudah memasuki kepala tiga.

"Pada usia 30 tahun, saya harus mengubah dan memilah-milah beberapa hal, terutama pada tingkat pribadi," ucap Nainggolan, seperti dikutip BolaSport.com dari laman Sky Sport Italia.

"Dengan ketenangan (kehidupan) di luar lapangan, saya pun bisa bekerja dengan kepala ringan," tutur Nainggolan menambahkan.

Sebelumnya, Nainggolan tidak merasa gaya hidupnya yang bebas berpengaruh negatif terhadap penampilannya. Namun, setelah mendapat sanksi dari Inter Milan, Nainggolan mungkin kini mengerti soal pentingnya mengatur gaya hidup.

Baca Juga: Beppe Marotta Tunjukkan Kedisiplinan dengan Hukum Radja Nainggolan

"Sepanjang karier, saya tak pernah memiliki masalah dengan gaya hidup ini. Namun, setelah mendapatkan beberapa masalah kebugaran, saya mulai bertanya kepada diri saya sendiri," tutur Nainggolan.

"Kini saya tengah bekerja untuk mengatasinya. Saya pun mengucapkan terima kasih kepada staf kepelatihan (Inter Milan) yang mengizinkan saya kembali menemukan jati diri," katanya lagi. (Ahmad Tsalis Fahrurrozi)



Close Ads X