Pembina Persija Sebut Pengurus PSSI sebagai Orang Baik

Kompas.com - 08/02/2019, 17:04 WIB
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) menyerahkan bendera organisasi sepak bola Indonesia kepada Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono seusai menyatakan pengunduran diri dalam pembukaan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) menyerahkan bendera organisasi sepak bola Indonesia kepada Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono seusai menyatakan pengunduran diri dalam pembukaan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta, Syafruddin, menganggap kepengursan PSSI saat ini sudah kompeten mengurus sepak bola nasional

Syafruddin menolak dorongan anggota PSSI melakukan KLB. Dia menganggap, prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional sudah mulai membaik, minimal dalam dua tahun terakhir. Iklim sepak bola Indonesia pun dinilainya mulai bergerak ke arah positif. 

"Paling tidak, pada tahun 2017 dan 2018 bangkit sedikit demi sedikit karena ditangani pikiran dan hati bersih,” papar mantan Wakapolri ini.

Baca juga: Hasil Undian 16 Besar Piala Indonesia, PS Tira Tantang Persija

Syafruddin termasuk bertangan dingin dalam melakukan pembinaan pemain di level klub. Dia mengantarkan Bhayangkara FC dan Persija tampil menjadi juara kasta tertinggi di Liga Indonesia.

“Saya  dua tahun masuk berkecimpung walau hanya pembina. Pada tahun 2017 bersama Bhayangkara dan dengan Persija pada 2018. Dua tim tersebut menjadi juara, “ sambung dia.

Keberhasilan mengantarkan dua tim tersebut menjadi kampiun tidak lepas dari iklim positif sepak bola di Tanah Air.  “Saya percaya, pengurus PSSI itu orang baik  semua. Sama-sama memiliki niatan baik untuk memajukan sepak bola Indonesia,”

“Mereka semua memiliki sifat-sifat profesional. Ke depan semua harus bersatu. Jangan seperti di masa lalu. Semua harus bersama -sama memperbaiki kondisi sepakbola di Tanah Air. Saya meminta kepada pengurus sepakbola betul-betul mengelola dengan baik. Jangan sampai membuat kecewa  di mana 2/3 penduduk Indonesia sangat antusias dengan sepak bola," tuturnya. 




Close Ads X