Klarifikasi Soal Larangan Aktivitas "Skateboard" di GBK

Kompas.com - 07/02/2019, 17:45 WIB
Suasana jalan lingkar yang mengelilingi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Jalan lingkar kerap dipakai pengunjung yang ingin berolahraga.Kompas.com/Alsadad Rudi Suasana jalan lingkar yang mengelilingi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Jalan lingkar kerap dipakai pengunjung yang ingin berolahraga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Unggahan seorang pengguna Instagram yang menyebut adanya larangan aktivitas skateboard dan sepatu roda di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, sempat jadi bahan perbicarangan.

Pada unggahan dengan menyertakan video tersebut, disebutkan bahwa sejumlah pengguna skateboard sempat dilarang petugas keamanan untuk bermain di area kompleks GBK. Pasalnya keberadaan mereka dianggap telah merusak fasilitas yang ada.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) Winarto membenarkan adanya larangan tersebut. Namun ia menjelaskan asal mula adanya pelarangan.

Menurut Winarto, pihaknya melarang aktivitas bermain skateboard dengan teknik yang cenderung ekstrim. Larangan berlaku di jalan lingkar yang mengelilingi stadion utama.

Baca juga: Rawat Kompleks GBK, Pemerintah Gandeng Tim Manajemen Khusus

"Beberapa waktu lalu ada yang lompat-lompat itu, kalau itu merusak. Mungkin petugas saya tidak paham (membedakan aktivitas permainannya). Mana yang di atas aspal, mana yang lompat-lompat yang membuat fasilitas rusak," kata Winarto kepada Kompas.com, Kamis (7/2/2019).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Surat terbuka untuk yang terhormat Pengelola Gelora Bung Karno. Nama saya Didi Arifin, berasal dari komunitas skateboard di Jakarta. Kami sangat bangga dengan failitas modern dan sangat baik yang dimiliki GBK, kami pun sadar bahwa ini adalah asset Nasional kebanggan bangsa dan tergerak didalam hati untuk harus ikut dalam bagian menjaga fasilitas, sarana dan kebersihan di GBK tercinta. Namun pada Hari Sabtu tanggal 2 February 2019, kami ingin bermain skateboard dengan disiplin slalom di GBK pada sore hari jam 16.00, tepatnya di jalan Taman krida loka. Baru kami sampai disana menaruh perlengkapan, datanglah petugas satuan pengamanan yang cukup arogan , dengan pengeras suara speaker dengan lantang melarang kami menggunakan fasilitas GBK, dengan alasan merusak asset yang ada. Kami coba menerangkan bahwa disiplin olah raga skateboard yang kami mainkan ini hanya memerlukan jalanan aspal saja, tidak ada menimbulkan kerusakan asset apapun, sama halnya mobil atau motor yang sedang berkendara di atas jalanan aspal lainnya. Kami juga menjelaskan kepadas petugas keamanan bahwa kami sangat bangga dengan GBK baru ini, dan jauh dari pikiran kami untuk mempunyai itikad merusak atau melakukan hal destruktif lainnya pada kawasan olah raga milik rakyat ini. Pada akhirnya kami disuruh menghadap ke bagian kantor keamanan yang berada di gedung tingkat di area parkir timur, pada akhirnya seorang “oknum” keamanan menawarkan “solusi damai”….. kami MENOLAK!! Pengurus GBK yang kami hormati, tahukah Bapak-Bapak bahwa olah raga skateboard sudah menyumbang 1 medali emas dan 1 medali perak di Asian Games 2018 ? Mohon bapak-bapak tanyakan tentang keberadaan kami bermain skateboard sudah sejak tahun 1979 bermain di Senayan, nama yang biasa kami sebut sebelum berubah menjadi GBK. Bahkan terdahulu sudah dibangun skatepark di Senayan oleh sebuah perusahaan swasta. Apakah Bapak-bapak sadari bahwa fasilitas GBK ini dibangun atas uang yang diperoleh dari rakyat yang membayar pajak ? Kami adalah atlit skateboard yang juga membayar pajak ke Negara, dan kami berhak menggunakan fasilitas yang disediakan Negara dengan aturan-aturan yang berlaku.

A post shared by Didi Arifin (@didiarifin) on Feb 5, 2019 at 8:14pm PST

Winarto menyatakan pelarangan di jalanan utama tidak berlaku untuk aktivitas permainan skateboard yang biasa. Contohnya, pengguna skateboard yang sekedar berkeliling-keliling di jalan lingkar.

"Bagi yang hanya beraktivitas di aspal tidak dilarang, bukan yang lompat-lompat. Asal tidak merusak apapun boleh-boleh saja," ujar Winarto.

Untuk pengguna skateboard yang ingin beraktivitas dengan teknik yang cenderung ekstrim, Winarto menyatakan pihaknya sudah menyiapkan lokasi khusus.

Kompas.com sempat menemui petugas keamanan di GBK. Dari keterangan yang diperoleh, lokasi yang disiapkan berada di salah satu jalan akses yang ada di belakang Masjid Al Bina.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X