Kompas.com - 07/02/2019, 14:15 WIB
Suasana laga Persebaya vs PSIS di Stadion GBLA, Bandung, Rabu (15/11/2017). Segaf Abdullah/Bolasport.comSuasana laga Persebaya vs PSIS di Stadion GBLA, Bandung, Rabu (15/11/2017).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung masih menunggu keseriusan PT Persib Bandung Bermartabat terkait pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Dodi Ridwansyah mengatakan, manajemen Persib telah melayangkan surat pengajuan pengelolaan Stadion GBLA. Beberapa pertemuan pun digelar untuk menindaklanjuti rencana tersebut.

Namun, hingga kini, belum ada jawaban pasti dari manajemen Persib. Padahal, Dispora Kota Bandung telah melayangkan draf kontrak kerja sama.

"Kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan, termasuk melihat salah satu stadion yang memang sudah dikelola oleh swasta, seperti Stadion I Wayan Dipta. Kami sudah memberikan beberapa contoh draf sewanya untuk dipelajari oleh PT PBB," tutur Dodi, Kamis (7/1/2019).

"Nanti kami bisa saling koreksi, dari kami dan PT PBB inginnya seperti apa. Yang jelas, kami sudah memberikan contoh drafnya dan itu sedang dipelajari oleh PT PBB," ucapnya.

Baca juga: Nasib Masih Menggantung, Yamashita Tunggu Keputusan Manajemen Persib

Dodi menjelaskan, salah satu poin dari draf kontrak tersebut mencantumkan soal durasi pengelolaan. Sesuai aturan, Persib mesti meneken kerja sama minimal lima tahun.

"Kalau dari Perwal yang kami miliki itu maksimal sewa itu lima tahun, nanti bisa diperpanjang lima tahun lagi. Kami masih menunggu respons dari PT PBB, kalau tidak salah hari Senin pada minggu lalu sudah kami kirim drafnya, mengikuti Perwal soal sewa-menyewa aset," ucapnya.

Adapun perihal harga sewa, Dodi mengatakan Pemkot Bandung belum memunculkan nominal. Sebab, pihaknya mesti menyesuaikan dengan luas lahan serta nilai jual objek pajak (NJOP).

"Ini kewenangan ada BPK3P, isinya seputar luas lahan yang akan disewa, kemudian berapa nilainya itu pada posisi aset, nanti dari sana akan muncul angkanya berapa. Masih dihitung, nanti kami mengambil patokan dari PBB atau NJOP yang berlaku di sana, termasuk bangunannya dihitung dari standar itu," katanya.

Baca juga: Supardi Kenang Kejayaan Persib di Stadion Si Jalak Harupat

Selain itu, Persib juga wajib menanggung biaya operasional stadion, seperti membayar listrik, membayar pegawai, hingga pemeliharaan rumput.

"Kalau untuk rumput itu Rp 30 juta per bulan, listrik itu Rp 90 juta per bulan, ditambah pekerja, satpam, dan office boy. Kalau diakumulasi, sekitar Rp 2 miliar per tahun," katanya.

Sebelum kesepakatan itu rampung, Persib masih berstatus sebagai penyewa stadion. Setiap pertandingan, Persib mesti mengeluarkan dana sekitar Rp 60 juta. Untuk latihan, harga GBLA dibanderol maksimal Rp 2 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.