Alasan Benatia Tolak Manchester United dan Pilih ke Klub Qatar

Kompas.com - 07/02/2019, 12:54 WIB
Lucas Vazquez dilanggar Medhi Benatia pada pertandingan perempat final Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (11/4/2018).AFP/JAVIER SORIANO Lucas Vazquez dilanggar Medhi Benatia pada pertandingan perempat final Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (11/4/2018).

QATAR, KOMPAS.com - Bek timnas Maroko, Medhi Benatia, menjelaskan alasan menolak tawaran dari Manchester United dan lebih memilih bergabung dengan klub Liga Qatar, Al Duhail.

Medhi Benatia resmi hengkang dari Juventus pada bursa transfer musim dingin lalu.

Benatia memutuskan untuk bergabung dengan klub Liga Qatar, Al Duhail, dan terikat kontrak selama satu tahun.

Kepindahan Benatia ke Al Duhail sekaligus mematahkan rumor yang menyebut sang pemain bakal bergabung dengan Manchester United.

Baca Juga : Dihuni Cristiano Ronaldo, Juventus Stadium Masih Tetap Sepi

Manchester United disebut-sebut mengincar jasa Benatia untuk membenahi lini belakang yang masih terbilang lemah.

Benatia pun angkat bicara soal alasan dia menolak tawaran Manchester United dan tim asal Eropa lainnya.

Eks pemain Bayern Muenchen itu mengatakan, faktor agama yang melatarbelakangi keputusannya bergabung dengan Al Duhail.

Sebagai seorang Muslim, Benatia mengaku ingin anak-anaknya tumbuh besar di lingkungan yang kental dengan nuansa Islam.

"Saya ingin anak-anak saya tumbuh dalam atmosfer agama Islam. Saya bisa ke Uni Emirat Arab atau Arab Saudi, tetapi saya memilih Al Duhail," ujar Benatia dilansir BolaSport.com dari Goal.

"Ada banyak pemain timnas Maroko yang saat ini berada di Liga Qatar," ucap pemain 31 tahun ini.

Keputusannya bergabung dengan klub asal Qatar menuai kritik dari pengamat sepak bola Maroko.

Benatia dinilai akan kesulitan menembus timnas Maroko jika berlaga di level Liga Qatar.

Menanggapi itu, Benatia tak mau ambil pusing.

Baca Juga : PSM Makassar Siapkan 28 Nama Pemain untuk Arungi Piala AFC 2019

Menurut dia, pelatih timnas Maroko, Herve Renard, akan menilai penampilan dirinya bersama Al Duhail.

"Jika dia (Herve Renard) menilai saya tak layak masuk timnas, saya akan menghargai keputusannya," tutur Benatia.

Benatia mencatatkan 55 caps untuk timnas Maroko dan menjadi kapten di gelaran Piala Dunia 2018.

Sebelum bergabung dengan Al Duhail, Benatia telah meraih empat gelar bersama Juventus.

Benatia telah memainkan debut bersama Al Duhail saat berhadapan dengan Al Gharafa di partai final Piala Qatar (QSL Cup) 2018.

Pada laga tersebut, tim Benatia kalah dari Al Gharafa yang dihuni pemain keturunan Indonesia, Andri Syahputra. (Taufan Bara Mukti)



Close Ads X