Tuan Rumah Piala Asia 2023 Belum Ditentukan, Indonesia Sudah Dicoret - Kompas.com

Tuan Rumah Piala Asia 2023 Belum Ditentukan, Indonesia Sudah Dicoret

Kompas.com - 02/02/2019, 13:00 WIB
Timnas Vietnam melaju ke perempat final Piala Asia 2019 seusai mengalahkan Timnas Yordania pada babak 16 besar, 20 Januari 2019. www.THE-AFC.com Timnas Vietnam melaju ke perempat final Piala Asia 2019 seusai mengalahkan Timnas Yordania pada babak 16 besar, 20 Januari 2019.
KOMPAS.com - Perhelatan Piala Asia 2019 telah usai dengan menempatkan tim nasional Qatar sebagai juara. Namun, tuan rumah untuk edisi selanjutnya belum ditentukan.
 
Pemilihan tuan rumah Piala Asia 2023 akan dilakukan pada Kongres AFC pada pertengahan 2019. Ada dua negara yang akan bersaing, yakni China dan Korea Selatan.
 
Korea Selatan dilaporkan sudah menentukan delapan kota untuk menghelat turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia itu. Kedelapan kota itu adalah Suwon, Goyang, Hwaseong, Cheonan, Jeonju, Gwangju, Busan, dan Jeju. 
 
Korsel terakhir kali menggelar Piala Asia pada 1960. Negeri Ginseng juga sempat menggelar Piala Dunia 2002 bersama dengan Jepang.
 
Sementara itu, China menyiapkan 10 kota, yakni Beijing, Tianjin, Nanjing, Xi'an, Chengdu, Qingdao, Shenyang, Changsha, Ningbo, dan Luoyang. China sempat menjadi tuan rumah Piala Asia pada 2004.
 
 
Selain Korsel dan China, sebenarnya ada tiga negara lain yang sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah. Ketiga negara itu adalah India, Thailand, dan Indonesia. Namun, ketiganya dicoret atas berbagai pertimbangan.
 
Khusus Indonesia, meski sudah pernah menggelar ajang multievent sekelas Asian Games, infrastruktur yang dimiliki Indonesia dinilai belum layak untuk menggelar turnamen sekelas Piala Asia.
 
Pada 2017, Ketua Umum PSSI saat itu, Edy Rahmayadi, mengatakan, fokus utama PSSI adalah menyiapkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Demi mewujudkan target tersebut, Edy menilai, Indonesia harus segera berbenah dan menyiapkan infrastruktur terbaik.

"Kita tidak fokus di Piala Asia 2023, karena ada hal lebih besar di tahun 2034 nanti. Persoaalannya adalah infrastruktur yang jadi satu ketentuan oleh FIFA.  Di mana, kita harus menyiapkan infrastruktur lapangan sekelas FIFA," kata Edy dikutip dari FourFourTwo.

Baca juga: Piala Asia 2019 Dimulai, Indonesia Absen

"2023 ini waktu efektifnya tinggal lima tahun lagi, jadi tak mungkin terkejar. Sebenarnya, Qatar yang bakal menjadi tuan rumah Piala Asia 2023, tapi cuaca ekstrem di sana, makanya dilempar. Sampai sekarang, belum ada keputusan siapa yang menggantikannya," ucap Edy ketika itu.



Close Ads X