Kantor Digeledah Satgas Antimafia Bola, PSSI Belum Tentu Bersalah

Kompas.com - 30/01/2019, 20:07 WIB
Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono memberikan keterangan kepada media di  Fx Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019)KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono memberikan keterangan kepada media di Fx Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Antimafia Bola menggeledah dua kantor PSSI di FX Sudirman dan Kemang pada Rabu (30/1/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Satgas berusaha mencari dokumen terkait pengaturan skor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Argo Yuwono, menyebut penggeledahan tersebut adalah mencari dokumen tentang sepak bola nasional. Mereka juga ingin mengetahui anggaran PSSI tahun 2017 dan 2018.

Ketua Komite Tim Ad Hoc PSSI, Ahmad Riyadh menegaskan, PSSI menghormati proses hukum terhadap penyelidikan maupun penyidikan kasus pengaturan skor.

”Kami menghormati proses hukum , termasuk penggeledahan di Kantor PSSI asalkan sesuai dengan prosedur . Namun, saya tegaskan, PSSI belum tentu bersalah hanya karena kantor digeledah. 'Match fixing’ lebih kepada personal atau individu, bukan institusi,” tutur Ahmad.

Baca juga: Wawancara Eksklusif: Joko Driyono, Mau Ngapain di PSSI?

“Penggeledahan bagian dari proses hukum dan dilindungi oleh undang-undang,” ujar Ahmad kepada wartawan.

Ahmad meminta kepada Tim Satgas Anti Mafia Sepak Bola memaparkan kepada publik hasil temuan mereka setelah menggeledah kantor PSSI.

“Mereka harus memberikan edukasi kalau penggeladahan ini bagian dari proses hukum, termasuk penyidikan, penyelidikan, dan penggeledahan. Satgas harus mengungkap temuan-temuan di Kantor PSSI secara transparan,” tutur Ahmad.

Dari penggeledahan tersebut, Satgas menemukan dokumen anggaran dan dokumen lain. Dokumen berbentuk  tertulis, digital, dan soft file.




Close Ads X