Setelah Perunggu Asian Games, Shifa Bertekad Raih Emas SEA Games 2019

Kompas.com - 29/01/2019, 10:32 WIB
Atlet kurash putri Indonesia, Khasani Najmu Shifa saat ditemui usai berlaga di Seleksi Nasional Kurash di Ciloto, Cianjur, Minggu (27/1/2019). Kompas.com/Alsadad RudiAtlet kurash putri Indonesia, Khasani Najmu Shifa saat ditemui usai berlaga di Seleksi Nasional Kurash di Ciloto, Cianjur, Minggu (27/1/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

CIANJUR, KOMPAS.com - Khasani Najmu Shifa menjadi salah satu atlet yang dipersiapkan Pengurus Besar Kurash Indonesia untuk mengikuti SEA Games 2019 di Filipina, Desember mendatang.

Shifa merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2018 cabang kurash di kelas -63 kg putri. Kini, dia bertekad meraih emas SEA Games.

Atlet putri yang baru berusia delapan tahun ini optimistis dapat mencapai target tersebut.

"Melihat hasil dan persaingan di Asian Games kemarin serta lawan-lawan dari Asia Tenggara, saya melihat ada peluang untuk meraih medali emas pada SEA Games di Filipina," katanya saat ditemui seusai mengikuti Seleksi Nasional Kurash di Ciloto, Cianjur, Minggu (27/1/2019).

"Kemarin di Asian Games, 80 persen peserta di kelas saya berasal dari Asia Tenggara. Lawan terberat dari Thailand dan Vietnam," kata Shifa.

Baca juga: Pindah Haluan dari Judo, Shifa Sukses Raih Medali di Kurash

Shifa menjadi juara pada seleksi nasional Kurash. Ia mendominasi kelas -63 kg putri.

Atlet Jawa Barat tersebut tidak banyak mengalami kesulitan untuk mengalahkan tiga lawan lainnya, yaitu Delfita (Kalimantan Timur), Stephanie Grageoka (Sumatera Utara), dan Vera Tri Antika (Jawa Tengah).

Shifa mulai berlatih bela diri ketika berusia enam tahun. Judo menjadi pilihannya kala itu.

Dia mulai berganti ke kurash jelang Asian Games 2018. Ketika ada seleksi nasional untuk kurash, dia memutuskan ikut dan akhirnya terpilih masuk pelatnas.

Keputusan Shifa tidak salah. Atlet berusia 18 tahun tersebut langsung mencatat prestasi di event besar perdananya.

Baca juga: Kurash Diharapkan Segera Diakui KONI

Atas dasar itulah, dia memutuskan untuk tetap berlaga di kurash pada SEA Games mendatang.

"Saya tetap memilih kurash karena sudah terlihat hasilnya. Sekarang tinggal melanjutkan apa yang sudah bagus. Adaptasi dari judo ke kurash juga tidak sulit karena memang tekniknya tidak jauh berbeda. Yang agak sulit adalah adaptasi soal peraturannya," kata Shifa.

Selain Shifa, ada sembilan atlet yang keluar sebagai juara pada seleksi nasional kurash di Ciloto. Sepuluh atlet ini dipersiapkan untuk masuk pelatnas SEA Games 2019.

Atlet-atlet penghuni pelatnas masih bisa berubah karena akan ada proses seleksi berikutnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya