Kompas.com - 25/01/2019, 20:55 WIB
Penyerang Persija Jakarta Marko Simic bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Mitra Kukar pada laga terakhir Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). Laga tersebut dimenangkan Persija dengan skor 2-1. Kemenangan itu memastikan Persija juara Liga 1 2018. BolaSport/Feri SetiawanPenyerang Persija Jakarta Marko Simic bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Mitra Kukar pada laga terakhir Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). Laga tersebut dimenangkan Persija dengan skor 2-1. Kemenangan itu memastikan Persija juara Liga 1 2018.
|

6. Anda berani dengan keputusan itu (cabut gelar) meskipun Anda pemilik Persija?

Saya tidak tutupi itu. Seringkali saya menyampaikan bahwa niatan di Persija harus dimengerti beberapa orang meskipun saya tidak bisa menjelaskan ke satu per satu.

Pada 2016, saya membantu Persija untuk transformasi. Tidak ada serupiah pun saya donasikan dan tidak ada serupiah pn sata ambil dari Persija, kecuali tekad tunggal mentransformasi Persija dari centralize ownership ke collective ownership. Profil Persija yang sehat dengan koorporasi ideal sebagai sebuah klub profesional.

Semoga tiga sampai lima tahun bisa terjadi. Ini sebagai catatan lain dalam penggalan hidup saya dalam sepak bola meskipun Persija bukan klub pertama yang saya tangani. Sebelumnya ada Arema, Persis Solo, dan Persiba Balikpapan. Saya sering mengatakan kasihan juga Persija. Seluruh pemain, ofisial, fans, dan publiknya yang bekerja keras seperti direduksi menjadi juara karena seorang Joko Driyono.

Saya mohon maaf sebesar-besarnya bila itu menjadi atribut yang disematkan untuk Persija. Namun, kita semua harus melihat ini dalam kacamata sepak bola agar nilai-nilai sepak bola bisa diwariskan dalam semua keorganisasian mengelola sepak bola.   

5. Rencananya, kompetisi akan digulirkan Mei 2019 atau setelah pemilihan presiden. Jadwal kompetisi selalu berubah-berubah setiap musim. Apakah tantangannya tidak bisa menetapkan secara baku jadwal kompetisi, seperti di Asia Tenggara?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebenarnya dari tahun ke tahun, kita ini lumayan unik. Kalau kita runut, sepak bola kita ini belum pernah merasakan ada stabilitas lebih dari dua tahun.

Sejak 2010, kita selalu merasakan dinamika yang cepat. Itu yang menyebabkan sulitnya membuat perencanaan. Misalnya tahun 2016 setelah November, kemudian 2017 kompetisi pertama pascapembekuan, berjalan dengan rapi. Pada 2018, kita harus ada penyesuaian karena ada Asian Games, Piala Dunia, dan lain-lain.

Di 2019, kami memahami ada pemilihan presiden. Dimensi politis dan keamanan negara yang kami pertimbangkan. Tapi kami akan mengatur endingnya di bulan Desember. Simulasi kami bisa kick-off di bulan Februari, edingnya di November atau endingnya Desember tapi startingnya setelah pilpres.

Memang ini seperti mengambil posisi paling save karena kita tak ingin kendala saat kompeti dimulai.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Raja Piala AFF, Thailand Enggan Jemawa, tapi Pasang Target Juara

Jadi Raja Piala AFF, Thailand Enggan Jemawa, tapi Pasang Target Juara

Liga Indonesia
Link Live Streaming West Ham Vs Chelsea, Kick-off 19.30 WIB

Link Live Streaming West Ham Vs Chelsea, Kick-off 19.30 WIB

Liga Inggris
Persebaya Vs Barito, Kisah tentang Aji Santoso dan Djadjang Nurdjaman

Persebaya Vs Barito, Kisah tentang Aji Santoso dan Djadjang Nurdjaman

Liga Indonesia
Akui Pernah Tolak Latih Chelsea, Rangnick Ditertawakan Thomas Tuchel

Akui Pernah Tolak Latih Chelsea, Rangnick Ditertawakan Thomas Tuchel

Liga Inggris
Tanggapan Eks Dokter Timnas Wanita Indonesia soal Dokter Gadungan PSS

Tanggapan Eks Dokter Timnas Wanita Indonesia soal Dokter Gadungan PSS

Liga Indonesia
AC Milan Vs Salernitana, Siapa Pantas Gantikan Simon Kjaer?

AC Milan Vs Salernitana, Siapa Pantas Gantikan Simon Kjaer?

Liga Italia
Prediksi Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen: Der Klassiker Penentu Puncak Klasemen

Prediksi Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen: Der Klassiker Penentu Puncak Klasemen

Bundesliga
Usai di Olimpiade Tokyo 2020, Pandemi Covid-19 Masih Jadi Perhatian di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Usai di Olimpiade Tokyo 2020, Pandemi Covid-19 Masih Jadi Perhatian di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Tak Janjikan Timnas Indonesia Juara

Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Tak Janjikan Timnas Indonesia Juara

Liga Indonesia
Link Live Streaming BWF World Tour Finals: Kans Marcus/Kevin Pertajam Rekor

Link Live Streaming BWF World Tour Finals: Kans Marcus/Kevin Pertajam Rekor

Badminton
BWF World Tour Finals, Kunci Greysia Polii Masih Eksis di Bulu Tangkis

BWF World Tour Finals, Kunci Greysia Polii Masih Eksis di Bulu Tangkis

Badminton
Indonesia Tanpa Egy di Fase Grup Piala AFF, 'Tangan Kanan' Shin Tae-yong Bersuara

Indonesia Tanpa Egy di Fase Grup Piala AFF, "Tangan Kanan" Shin Tae-yong Bersuara

Liga Indonesia
Prediksi AS Roma Vs Inter, Laga Emosional Jose Mourinho

Prediksi AS Roma Vs Inter, Laga Emosional Jose Mourinho

Liga Italia
Media Malaysia: Indonesia adalah Lawan Terpenting di Piala AFF 2020

Media Malaysia: Indonesia adalah Lawan Terpenting di Piala AFF 2020

Liga Indonesia
Greysia Polii, Tua tetapi Kuat dan Tahan Lama

Greysia Polii, Tua tetapi Kuat dan Tahan Lama

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.