PSIS Berburu Penyerang Lokal sebagai Pelapis Striker Asing

Kompas.com - 23/01/2019, 15:40 WIB
PSIS Semarang PSIS PSIS Semarang

KOMPAS.com - Untuk menambah daya gedor di lini serang, PSIS Semarang berencana mencari tambahan pemain di lini depan.

Manajemen PSIS akan mencari penyerang lokal yang bisa diplot sebagai ujung tombak tim.

Keputusan itu diambil setelah manajemen menggelar rapat dengan tim pelatih. Praktis, PSIS tidak hanya akan mengandalkan Hari Nur Yulianto dan Bayu Nugroho di lini depan.

"Oleh karena itu, Hari Nur Yulianto bisa dua posisi, bisa sayap bisa striker. Tentunya, kami mencari striker lokal yang bisa menjadi target man," kata General Manager PSIS Semarang, Wahyu 'Liluk' Winarto.

Liluk mengungkapkan, striker lokal yang akan diincar disiapkan untuk pelapis penyerang asing. Dengan demikian, pelatih akan memiliki opsi lain ketika penyerang asing tidak bisa bermain.

"Nanti tugasnya sebagai penggati kalau pemain asing kami cedera atau akumulasi," ujar Liluk.

Baca juga: Kick Off Liga 1 Awal Mei, PSIS Gelar Latihan Mulai Maret

Meski begitu, Liluk mengaku belum mengantongi nama pemain yang akan dibidik tersebut. Manajemen akan menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih untuk mencari pemain yang sesuai dengan skema.

Dalam perburuan pemain anyar, manajemen tetap menunggu rekomendasi dari tim pelatih. Sebab, tim pelatih lebih mengetahui kebutuhan tim.

Baca juga: Manajemen PSIS Akui Sudah Lama Komunikasi dengan Septian David

"Kami menyerahkan kepada pelatih. Kami menunggu rekomendasi dari pelatih karena pelatih yang lebih tahu karakternya untuk disesuaikan dengan strateginya," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X