Bermain Agresif Jadi Kunci Ratchanok Pertahankan Gelar Malaysia Masters

Kompas.com - 21/01/2019, 13:00 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon mengembalikan bola ke arah pasangan asal indonesia, Gregoria Mariska dalam laga babak kedua Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon menang dengan skor 21-11 17-21 21-14. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon mengembalikan bola ke arah pasangan asal indonesia, Gregoria Mariska dalam laga babak kedua Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon menang dengan skor 21-11 17-21 21-14.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, mengungkap kunci keberhasilan mempertahankan gelar juara Malaysia Masters. Pada edisi 2019, Ratchanok menang atas pemain nomor satu Spanyol, Carolina Marin.

Dalam pertandingan final di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (20/1/2019), Ratchanok menang dengan skor 21-9, 22-20 atas peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut.

Baca juga: Hasil Final Malaysia Masters 2019 - Tampil Brilian, Ratchanok Intanon Sukses Tumbangkan Carolina Marin

Hasil ini mengulang pencapaian Ratchanok pada tahun lalu karena pebulu tangkis yang akrab disapa May itu menjadi juara Malaysia Masters 2018. Ironisnya, titel kampiun tersebut merupakan yang terakhir didapat Ratchanok sebelum menjuarai Malaysia Masters 2019.

"Sejak Hong Kong Open, saya bermain lebih agresif," tutur Ratchanok yang dilansir BolaSport.com dari situs resmi BWF, Senin (21/1/2019).

"Kepercayaan diri saya kembali. Saya kerap kehilangan itu pada perebutan poin-poin penting. Hal itu menjadi kelemahan saya dan saya sadar saya harus tetap tenang," kata dia.

"Saya biasa memberi lawan kesempatan untuk bangkit. Hal itu juga menjadi kelemahan saya dan saya harus bisa lebih kuat."

Ratchanok mengejutkan sang lawan dengan meraih kemenangan mudah pada gim kesatu. Namun, Marin belum mau menyerah sehingga memberi perlawanan setimpal pada gim kedua sehingga laga gim tersebut harus diselesaikan melalui setting point.

Ratchanok yang tak mau mengulang kesalahan-kesalahan terdahulu pada akhirnya mampu mengatasi tekanan Marin. Dia pun mengunci kemenangan laga final melalui permainan dua gim.

"Saya merasa sedikit gugup pada akhir laga. Ada peluang untuk melanjutkan pertandingan ke gim ketiga karena momentum tengah berada di pihak lawan," ucap Ratchanok.

"Namun, saya memutuksan untuk tidak terlalu memikirkan mengenai hasil menang atau kalah."

Selain menghasilkan gelar juara pertama pada kalender kompetisi bulu tangkis BWF World Tour 2019, kemenangan Ratchanok atas Marin pada laga final Malaysia Masters tahun ini juga merevisi catatan pertemuan mereka. Hingga duel kesembilan, Ratchanok unggul 6-3 atas Marin. (Diya Farida Purnawangsuni)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X