Kenny Dalglish Berperan Penting dalam Adaptasi Van Dijk di Liverpool

Kompas.com - 20/01/2019, 22:21 WIB
Bek Liverpool, Virgil van Dijk, saat tampil melawan Tottenham Hotspur dalam laga lanjutan Liga Inggris 2018-2019 di Stadion Wembley, London, pada 15 September 2018.
ADRIAN DENNIS/AFPBek Liverpool, Virgil van Dijk, saat tampil melawan Tottenham Hotspur dalam laga lanjutan Liga Inggris 2018-2019 di Stadion Wembley, London, pada 15 September 2018.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Bek Liverpool, Virgil van Dijk, mengungkapkan bahwa legenda klub, Kenny Dalglish, memiliki peran penting agar dirinya cepat beradaptasi dengan klub yang bermarkas di Stadion Anfield tersebut.

Virgil van Dijk dalam sekejap mampu menjadi bagian penting di lini belakang Liverpool sejak didatangkan dari Southampton pada Januari 2018.

Liverpool kala itu menebus Virgil van Dijk dengan biaya 70,92 juta poundsterling (sekitar Rp1,29 triliun) yang membuat statusnya menjadi bek termahal sedunia.

Baca juga: Sempat Bermain dengan 10 Orang, Liverpool Menang Dramatis Atas Crystal Palace

Namun, di balik adaptasi yang tergolong singkat, Virgil van Dijk mengaku ada campur tangan legenda Liverpool, Kenny Dalglish, pada masa-masa awal bergabung.

Ia mengaku bahwa pria berjulukan King Kenny menyambutnya dengan hangat sejak pertama kali datang.

"Kenny Dalglish memberikan nomor ponselnya pada awal kedatangan saya dan memberi tahu untuk meneleponnya kapan pun waktunya," ujar Van Dijk, seperti dilansir BolaSport.com dari Mirror.

"Ini adalah hal yang tak bisa dipercaya ketika ia terkadang mengirim pesan kepada saya sebelum bertanding. Beginilah Liverpool," kata Van Dijk menambahkan.

Kenny Dalglish membela Liverpool pada 1977-1990. Sepanjang periode tersebut, lelaki yang sempat melatih The Reds pada musim 2011-2012 itu sukses mengantarkan klub meraih 20 titel juara.

Van Dijk pun merasa semakin bangga menjadi bagian dari Liverpool. Pemuda 27 tahun tersebut menilai jika seorang pemain bisa memberikan arti tersendiri bagi The Reds, maka sang pemain tak akan pernah dilupakan.

Baca juga: Jose Mourinho Iri Tidak Dimanja seperti Klopp dan Guardiola

Hal itu ia rasakan setiap kali menyusuri lorong di stadion klub menjelang laga berlangsung.

"Seperti kebanyakan klub, Liverpool punya beberapa ruang (bersekat) privat yang disediakan untuk pemain. Saya punya ruang sendiri di sini untuk keluarga. Untuk bisa ke sana, Anda harus berjalan melalui ruang manajerial," tutur Van Dijk.

"Saat hari bertanding, rasanya seperti berjalan di museum. Hampir semua legenda Liverpool terpampang. Saya pun hanya senang bisa mendengar semua cerita dari para pemain terdahulu yang membela klub hebat ini. Ketika Anda memiliki sesuatu untuk klub ini, mereka tak akan melupakan Anda. Anda adalah Liverpool selamanya," ucapnya lagi. (Ahmad Tsalis Fahrurrozi)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X