Ronaldo adalah Kepingan Terakhir Penyempurna Juventus

Kompas.com - 20/01/2019, 07:39 WIB
Cristiano Ronaldo merayakan golnya pada laga Juventus vs Sampdoria dalam pertandingan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, 29 Desember 2018. AFP/MARCO BERTORELLO Cristiano Ronaldo merayakan golnya pada laga Juventus vs Sampdoria dalam pertandingan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, 29 Desember 2018.

KOMPAS.com - Kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Buffon, menyebut Juventus berpeluang besar menjadi juara di kancah Eropa karena diperkuat Cristiano Ronaldo. Menurut Buffon, kedatangan Ronaldo membuat Juventus yang sudah kuat menjadi lebih sempurna.

"Cristiano Ronaldo telah memasuki sebuah mekanisme tim yang sudah solid. Mungkin Juventus hanya merindukan satu kepingan terakhir, dan itulah Ronaldo," ujar Buffon seperti dilansir BolaSport.com dari situs web Marca, Sabtu (19/1/2019).

"Juventus adalah tim hebat yang menjadi kandidat juara Liga Champions seperti Real Madrid. Akan menjadi sebuah anomali jika Juventus juara musim ini. Itu adalah hal luar biasa," tutur Buffon menambahkan.

Baca juga: Trofi Pertama Sudah, CR7 Bidik Rekor Quadruple buat Juventus

Di sisi lain, Buffon terus menikmati kebersamaannya bersama PSG sejak pindah dari Juventus awal musim ini. Terbaru, Buffon menjadi bagian dari PSG saat membantai Guingamp sembilan gol tanpa balas pada pekan ke-21 Liga Perancis, Sabtu (19/01/2019).

Hasil itu membuat Buffon sangat yakin PSG adalah raja sepak bola Perancis saat ini.

"Hasil 9-0 adalah skor yang bagus. Jika hasil akhir 9-1, saya sebagai kiper tidak akan senang," ujar Buffon dikutip dari akun twitter resmi PSG.

"Kami menderita setelah tersingkir di Piala Liga Perancis. Penampilan tim hari ini sangat bagus. Kami membuktikan status tim terbaik Perancis," tutur Buffon menambahkan.

Baca juga: Bicara soal Ronaldo dan Messi, Mourinho Akui Keduanya Melebihi Badai

Meski sudah berusia 40 tahun, Buffon masih menjadi andalan pelatih Thomas Tuchel musim ini. Total Buffin sudah bermain 13 kali di semua kompetisi dengan catatan delapan kali kebobolan. (Ahmad Tsalis Fahrurrozi)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X