Finis Kedua Liga Inggris di Man United Jadi Prestasi Terbaik Mourinho

Kompas.com - 18/01/2019, 11:06 WIB
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, berselebrasi dengan memegang telinga saat timnya mengalahkan Juventus pada laga Grup H Liga Champions di Stadion Allianz, Rabu (7/11/2018). MARCO BERTORELLOManajer Manchester United, Jose Mourinho, berselebrasi dengan memegang telinga saat timnya mengalahkan Juventus pada laga Grup H Liga Champions di Stadion Allianz, Rabu (7/11/2018).

KOMPAS.com - Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, menilai pencapaian terbaik dalam kariernya adalah membawa Manchester United finis kedua di Liga Inggris musim 2017-2018.

Mourinho mengaku bangga dengan pencapaian itu karena diraih dengan susah payah. Mourinho menganggap semua orang tidak mengerti apa yang dihadapinya di belakang layar saat membesut Man United.

"Saya akan berkata prestasi terbaik saya adalah membawa Man United finis kedua di Liga Inggris. Semua orang pasti menilai saya gila karena saya sudah meraiah 25 gelar juara," kata Mourinho dikutip dari situs Four Four Two, Jumat (18/01/2019).

"Saya akan tetap mengatakan itu sebagai prestasi terbaik saya. Terkadang orang hanya menilai dari apa yang dilihat tapi tidak tahu bagaimana proses di belakangnya," ujar Mourinho menambahkan.

Baca juga: Solskjaer Merevolusi Taktik Manchester United yang Berbeda dari Jose Mourinho

Sebenarnya, Mourinho pernah meraih sukses lebih besar sebelum di Man United. Kesuksesan itu terjadi saat membesut Inter Milan.

Mourinho pernah membawa Inter Milan meraih treble winners atau juara Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions pada musim 2009-2010.

Inter Milan menjadi tim pertama dan satu-satunya yang mampu meraih prestasi itu.

Namun, pernyataan Mourinho tampaknya itu menjadi sindiran kepada manajemen Man United. Seperti diketahui, Mourinho sempat terlibat perang dingin dengan manajemen Man United termasuk wakil ketua klub, Ed Woodward.

Baca juga: Jose Mourinho Dibayar Manchester United untuk Tutup Mulut

Mourinho pernah secara terbuka mengeluhkan sikap manajemen Man United yang tidak memberinya dana transfer meski sudah menyerahkan daftar pemain incaran.

Pada akhirnya, Mourinho dipecat Man United pada pertengahan Desember 2018 lalu.

Untuk mengisi kekosongan, Mourinho saat ini bekerja menjadi pundit di salah satu televisi olahraga. Terkait masa depannya, Mourinho mengaku ingin kembali membesut Inter Milan dan Real Madrid.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X