PSG Vs Guingamp, Putra Lilian Thuram Bikin Neymar dkk Tersingkir - Kompas.com

PSG Vs Guingamp, Putra Lilian Thuram Bikin Neymar dkk Tersingkir

Kompas.com - 10/01/2019, 07:55 WIB
Penyerang Guingamp, Marcus Thuram (kanan), mencetak gol via tendangan penalti setelah menaklukkan kiper Paris Saint-Germain, Alphonse Areola (kiri), dalam pertandingan perempat final Piala Liga Perancis antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Guingamp (EAG) pada 9 Januari 2019.AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULAT Penyerang Guingamp, Marcus Thuram (kanan), mencetak gol via tendangan penalti setelah menaklukkan kiper Paris Saint-Germain, Alphonse Areola (kiri), dalam pertandingan perempat final Piala Liga Perancis antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Guingamp (EAG) pada 9 Januari 2019.

PARIS, KOMPAS.com - Paris Saint-Germain ( PSG) secara mengejutkan tersingkir dari ajang Piala Liga Perancis setelah kalah dari Guingamp dengan skor akhir 1-2 di Stadion Parc des Princes, Rabu (9/1/2019) atau Kamis dini hari WIB.

PSG sempat memimpin 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Neymar pada menit ke-63. Namun, Guingamp berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol pada menit ke-81 melalui eksekusi penalti Yeni N'Gbakoto dan Marcus Thuram (90'-pen).

Marcus Thuram merupakan putra dari legenda sepak bola Perancis, Lilian Thuram.

Hasil ini membuat PSG harus tersingkir dari kompetisi Piala Liga Perancis.

Baca juga: Diincar PSG, Manchester United, Juventus, dan Barcelona, Kapten Ajax Angkat Bicara

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Dia menyebutkan bahwa pemainnya terlalu percaya diri karena bermain di kandang dan melawan tim yang levelnya di bawah mereka.

"Saya tidak tahu ini layak atau tidak, kami memiliki banyak kesempatan. Kami bermain dengan terlalu percaya diri. Ini sangat susah kalah pada laga ini dengan dua penalti, aneh," kata Thomas Tuchel dilansir FourFourTwo dari Canal+.

"Kami tidak bermain dengan penuh rasa lapar. Kami kehilangan kesempatan untuk memenangkan trofi malam ini," ujarnya.

Walau begitu, Tuchel menilai dengan kekalahan ini timnya bisa belajar banyak.

"Namun, dalam setiap kekalahan, ada hal yang bisa dipetik. Ini berat, tetapi ini pertanda kami harus terus berkembang. Kami harus bermain lebih konsisten, kami tidak menambahkan bumbu yang tepat. Kami terlalu santai," ujarnya lagi.

Sementara itu, AS Monaco berhasil melaju ke babak semifinal setelah menang melalui adu penalti saat melawan Rennes. AS Monaco menang 8-7 atas Rennes pada adu penalti.



Close Ads X