Buffon Sempat Depresi Berat Saat Awal Karier di Juventus

Kompas.com - 09/01/2019, 10:01 WIB
Gianluigi Buffon saat laga perpisahan bersama Juventus di akhir musim 2017-2018.Dok. Twitter Juventus Gianluigi Buffon saat laga perpisahan bersama Juventus di akhir musim 2017-2018.

PARIS, KOMPAS.com - Kiper senior asal Italia, Gianluigi Buffon, mengaku sempat menjalani periode sulit saat awal kariernya di Juventus.

Buffon pernah mengalami depresi hingga memutuskan tidak bermain saat usianya 25 tahun.

"Dalam beberapa bulan, semua di sekitar saya seperti tidak masuk akal. Tidak ada yang peduli dengan saya secara personal karena mereka hanya melihat sisi sepak bola," kata Buffon dikutip dari situs web Goal, Selasa (9/1/2019).

"Itu adalah momen yang sulit. Saat berusia 25 tahun, saya sudah meraih kesuksesan. Namun, suatu hari saya pernah memutuskan tidak bermain di Liga Italia karena serangan panik saat pemanasan," ujar Buffon menambahkan.

Baca juga: 3 Klub Ini Bikin Gianluigi Buffon Tak Jadi Putuskan Pensiun

Meski begitu, Buffon bersyukur pernah merasakan titik terendah dalam kariernya. Buffon yakin tidak akan memiliki karier seperti saat ini andai tidak bisa melewati masa sulit di Juventus.

"Jika tidak berhasil melawan itu (depresi), saya mungkin tidak akan berada di titik ini. Momen itu mengajari saya arti kata menyerah atau tegar," kata Buffon.

"Saya tidak pernah takut atau malu menunjukkan sesuatu pada diri saya kepada orang lain bahkan menangis sekalipun," ujar Buffon.

Buffon datang ke Juventus dari Parma pada 2003 saat usianya 23 tahun. Transfer itu membuat Buffon menjadi kiper termahal sejagat karena ditebus Juventus dengan mahar 53 juta euro (atau setara Rp 857 miliar).

Harga tersebut tentunya membuat lampu sorot publik selalu mengikuti Buffon. Beruntung Buffon sukses menjawab publik dengan prestasinya di lapangan.

Baca juga: Apa Sebenarnya Motivasi Buffon Pindah ke PSG, Liga Champions?

Sejak 2001, Buffon sukses memberi 20 gelar begengsi untuk Juventus. Untuk gelar pribadi, Buffon empat kali dinobatkan menjadi kiper terbaik dunia.

Tidak hanya itu, Buffon juga menunjukkan loyalitas ketika Juventus harus turun kasta ke Serie B pada 2006 karena skandal Calciopoli.

Selama 17 tahun di Juventus, Buffon memutuskan pindah ke Paris Saint-Germain awal musim ini. Menariknya, transfer itu bersamaan dengan berakhirnya rekor kiper termahal dunia milik Buffon.

Kini, status itu dipegang oleh kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga. Harga Kepa lebih mahal 23 juta euro (sekitar Rp 372 miliar) dari harga Buffon saat meninggalkan Parma.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X