Kronologi Penangkapan Wasit Liga 3 Terkait Dugaan Pengaturan Skor

Kompas.com - 08/01/2019, 15:43 WIB
Suap. ThinkstockSuap.
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Antimafia Bola meringkus wasit berinisial N karena diduga terlibat dalam pengaturan skor pertandingan Liga 3 antara Persibara Banjarnegara dan PS Pasuruan.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono, menjelaskan N ditangkap di salah satu pusat olahraga di Garut, Jawa Barat, Senin (7/1/2019) kemarin.

"Kami tangkap N. Dari keterangan sementara, tersangka N memimpin wasit, kebetulan adalah wasit yang memimpin wasit, memimpin pertandingan sepak bola antara Persibara dengan PS Pasuruan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (8/1/2019).

N mengaku telah mendapat bayaran Rp 45 juta dari Priyanto dan Dwi Irianto alias Mbah Putih yang sebelumnya menjadi tersangka kasus pengaturan skor pertandingan di Liga 3. N diminta memenangkan Persibara.

"Jadi, dia kan mendapatkan uang ya, tentunya dia berupaya bagaimana kesebelasan Persibara menang," ujar Argo.

Baca Juga: Indra Sjafri Ingin Egy, Ezra, dan Saddil Cepat Pulang demi Timnas U-22

N mengaku menerima uang Rp 30 juta sebelum laga dari Priyanto, sedangkan Dwi memberikan Rp 10 juta. Sisa pembayaran ditransfer Dwi ke rekening N.

"Ada barang bukti yang kami amankan yaitu keterangan percakapan untuk minta rekening. Kemudian juga ada keterangan saksi P (Priyanto) dan DI (Dwi Irianto)," ujar Argo.

Argo mengatakan uang diberikan saat N bersama dua asisten wasit bertemu dengan Priyanto, Dwi, dan Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng, di sebuah hotel di Banjarnegara.

"Di sana dia (N) bertemu ada namanya P (Priyanto), J (Johar), ada DI (Dwi Irianto) juga di sana. Ada juga wasit cadangan dan inspektur pertandingan berkumpul semua dengan harapan memenangkan salah satu dari klub itu," ujar Argo.

Penangkapan tersebut merupakan pengembangan laporan dugaan tindak pidana penipuan yang dilaporkan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani dengan terlapor mantan anggota Komite Wasit PSSI, Priyanto beserta anaknya, Anik Yuni Sari.

N merupakan tersangka kelima yang telah ditetapkan kepolisian. Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat tersangka pengaturan skor, yaitu anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI, Priyanto, beserta anaknya, Anik Yuni Sari, dan yang terbaru anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X