Kompas.com - 01/01/2019, 21:49 WIB
Vigit Waluyo menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jumat (28/12/2018). DOK. TRIBUN JATIMVigit Waluyo menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jumat (28/12/2018).

KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menyebut agenda terkini Satgas Anti Mafia Bola adalah memeriksa Vigit Waluyo.

Vigit Waluyo akan diperiksa terkait dugaan pengaturan skor yang terjadi di kompetisi sepak bola nasional.

“Ya benar, besok akan kami sampaikan,” kata Brigjen Dedi Prasetyo, dikutip dari BolaSport.com, Selasa (1/1/2019).

Sebelumnya, Vigit Waluyo menyerahkan diri soal kasus korupsi PDAM Sidoarjo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (28/12/2018).

Vigit Waluyo sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus tersebut. Vigit Waluyo akhirnya menyerahkan diri dan mendekam di Lembaga Permasyarakatan Kelas 1A Sidoarjo.

Baca juga: Soal Dugaan Kasus Mafia Bola Vigit Waluyo, Begini Tanggapan Kajari Sidoarjo

Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan belum bisa buka suara soal mekanisme penyelidikan Vigit Waluyo nantinya.

Brigjen Dedi Prasetyo memastikan akan memberikan informasi apakah Vigit Waluyo diperiksa di Sidoarjo atau dipanggil ke Jakarta.

“Soal mekanisme penyelidikannya sudah dibahas oleh Satgas Anti Mafia Bola, besok akan kami sampaikan,” kata Brigjen Dedi Prasetyo.

Nama Vigit Waluyo menjadi buah bibir publik sepak bola nasional pada akhir 2018 lalu. Vigit Waluyo dianggap sosok yang punya kekuatan mengatur pertandingan di kompetisi nasional.

Baca juga: Pengurus dari 27 Klub dan 7 Pertandingan Aneh Telah Dilaporkan ke Satgas Antimafia Bola

Hal ini ramai dibicarakan setelah manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo, blak-blakan di talk show Mata Najwa berjudul "PSSI Bisa Apa ?".

Bambang Suryo saat itu berkali-kali menyebut Vigit Waluyo dan mengistilahkan dengan sebutan sontoloyo.

Di sisi lain, Bambang Suryo baru saja mendapat hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dia dilarang beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.

Bambang Suryo dianggap mengatur lolosnya Persekam Metro FC dan PS Ngada dari babak 32 besar Liga 3 dengan dana patungan Rp 200 juta. (Mochammad Hary Prasetya)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X