Kompas.com - 01/01/2019, 18:30 WIB
Striker timnas Inggris, Harry Kane, menerima trofi Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 sebelum laga UEFA Nations League melawan Spanyol, 8 September 2018 di Stadion Wembley, London.
GLYN KIRK/AFPStriker timnas Inggris, Harry Kane, menerima trofi Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018 sebelum laga UEFA Nations League melawan Spanyol, 8 September 2018 di Stadion Wembley, London.

KOMPAS.com - Penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane, menyebut perjuangan menjadi salah satu penyerang top dunia saat ini tidaklah mudah.

Kane mengaku selalu diremehkan banyak orang pada awal karier sepak bolanya. Menurut Kane, kunci kesuksesannya adalah motivasi untuk membuktikan anggapan orang terhadapnya salah besar.

"Setiap pesepak bola punya jalur berbeda. Beberapa orang punya bakat besar dan bermain sejak muda. Saya harus melewati masa peminjaman, membuktikan diri, duduk di bangku cadangan, dan harus menunggu kesempatan," kata Kane dikutip BolaSport.com dari Goal.

"Sepanjang karier, saya selalu berusaha membuktikan pendapat orang tentang saya salah dan itu menjadi pendorong untuk saya. Motivasi itu selalu ada. Saya harus membuktikan kepada manajer, teman, dan keluarga bahwa saya bisa sukses," ucap Kane melanjutkan.

Baca juga: Selalu Dimainkan Tottenham Hotspur, Kapan Harry Kane Istirahat?

Kane mengawali kariernya dengan masuk akademi Tottenham pada 2009. Kane kemudian malang melintang ke empat tim Inggris dengan status pinjaman sejak 2011.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat tim tersebut adalah Leyton Orient, Millwall, Norwich City, dan Leicester City. Kane kemudian kembali ke Tottenham pada 2013.

Kedatangan pelatih Mauricio Pochettino pada 2014 bisa dibilang menjadi berkah untuk Kane. Bersama Pochettino, Kane mulai mendapat jatah bermain reguler di setiap pekan.

Baca juga: Harry Kane Penasaran Bertemu Borussia Dortmund

Pochettino mempercayakan posisi striker utama tim kepada Kane yang saat itu masih berusia 21 tahun. Kepercayaan Pochettino dibayar lunas oleh Kane lewat gelontoran gol di lapangan.

Kane sukses menjadi top skor Liga Inggris dua musim berturut-turut pada 2015-2016 dan 2016-2017. Meski gagal mencetak hat trick top skor musim lalu, Kane meraih prestasi gemilang di level tim nasional

Kane ditunjuk menjadi kapten anyar timnas Inggris dan meraih gelar top skor Piala Dunia 2018 dengan koleksi enam gol. (Lariza Oky Adisty)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Sosok Bodyguard Kembar Cristiano Ronaldo, Pernah Jadi Pasukan Khusus di Afghanistan

Mengenal Sosok Bodyguard Kembar Cristiano Ronaldo, Pernah Jadi Pasukan Khusus di Afghanistan

Sports
Ridwan Kamil Lepas 170 Peserta ITB Ultra Cycling Challenge 2021

Ridwan Kamil Lepas 170 Peserta ITB Ultra Cycling Challenge 2021

Sports
Chelsea Vs Man United, Tuchel Semringah Rangnick Bakal ke Inggris

Chelsea Vs Man United, Tuchel Semringah Rangnick Bakal ke Inggris

Liga Inggris
Operan Setinggi Dada dalam Bola Basket

Operan Setinggi Dada dalam Bola Basket

Sports
Semifinal Indonesia Open: Jelang Lawan Jonatan, Axelsen Kirim Pujian

Semifinal Indonesia Open: Jelang Lawan Jonatan, Axelsen Kirim Pujian

Badminton
Chelsea Vs Man United: 3 Pilar Tumbang, The Blues Dipastikan Pincang

Chelsea Vs Man United: 3 Pilar Tumbang, The Blues Dipastikan Pincang

Liga Inggris
Borobudur Marathon 2021: 48 Detik Berbuah Rp 10 Juta dari Ganjar

Borobudur Marathon 2021: 48 Detik Berbuah Rp 10 Juta dari Ganjar

Sports
Mancini soal Potensi Lawan Portugal di Playoff Piala Dunia: Kami Ingin Menghindari Mereka...

Mancini soal Potensi Lawan Portugal di Playoff Piala Dunia: Kami Ingin Menghindari Mereka...

Internasional
Skenario Terburuk Italia di Playoff Piala Dunia: Lawan Ronaldo Tanpa 5 Pemain Inti!

Skenario Terburuk Italia di Playoff Piala Dunia: Lawan Ronaldo Tanpa 5 Pemain Inti!

Internasional
Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia Open 2021: Greysia/Apriyani Main di Partai Kelima

Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia Open 2021: Greysia/Apriyani Main di Partai Kelima

Badminton
Berapa Tinggi Ring Basket Standar Internasional?

Berapa Tinggi Ring Basket Standar Internasional?

Sports
Keuntungan Portugal jika Harus Lawan Italia di Final Playoff Piala Dunia

Keuntungan Portugal jika Harus Lawan Italia di Final Playoff Piala Dunia

Internasional
Indonesia Open: Marcus/Kevin Unggul 'Head to Head' atas Wakil India, tetapi...

Indonesia Open: Marcus/Kevin Unggul "Head to Head" atas Wakil India, tetapi...

Badminton
Fajar/Rian Absen di BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Pastikan Ranking 1

Fajar/Rian Absen di BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Pastikan Ranking 1

Badminton
Gebrakan Gerrard di Aston Villa: Ikuti Pendekatan Klopp, Bikin Akun Instagram “Rahasia”

Gebrakan Gerrard di Aston Villa: Ikuti Pendekatan Klopp, Bikin Akun Instagram “Rahasia”

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.