Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kaleidoskop 2018, Liga 1, Kegagalan Timnas, hingga Pengaturan Skor

Kompas.com - 31/12/2018, 07:00 WIB
M. Hafidz Imaduddin,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi


Timnas U-23 Indonesia tampil di Asian Games 2018 dengan kepercayaan diri yang tinggi. Target mencapai semifinal dianggap bisa diraih karena tampil di hadapan publik sendiri.

Harapan publik kian memuncak saat timnas U-23 Indonesia lolos ke fase gugur dengan status juara Grup A unggul dari Palestina dan Hong Kong.

Baca juga: Curhat Luis Milla soal Pengalaman Melatih Timnas Indonesia

Namun, naas, langkah skuad asuhan Luis Milla itu hanya bisa mencapai babak 16 besar. Timnas U-23 takluk 3-4 dari Uni Emirat Arab lewat adu penalti, Jumat (24/8/2018).

Seusai kegagalan ini, Luis Milla langsung pulang ke Spanyol karena kontraknya sudah selesai. Kepulangan Luis Milla berdampak buruk bagi Indonesia yang sedang bersiap mengikuti Piala AFF 2018.

- Timnas senior

Sejumlah pesepak bola Indonesia memberikan salam usai pertandingan melawan Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Sejumlah pesepak bola Indonesia memberikan salam usai pertandingan melawan Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2.

Drama perpanjangan kontrak Luis Milla berujung kepada penunjukan Bima Sakti untuk menukangi timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Selain drama itu, waktu persiapan yang mepet membuat publik sangat pesimistis menerka kiprah Indonesia. Hal itu terbukti karena Indonesia hancur lebur pada Piala AFF 2018.

Target juara gagal dicapai Alberto Goncalves dkk. Indonesia terpuruk dan tersingkir di fase grup setelah hanya bisa menempati peringkat tiga Grup B.

Isu Pengaturan Skor hingga Polri Bentuk Satgas Antimafia Bola

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/12/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/12/2018).

Isu pengaturan skor menjadi topik yang paling banyak dibicarakan publik sepak bola Tanah Air pada pengujung 2018.

Hal ini tidak lepas dari pengakuan beberapa orang yang berkecimpung di sepak bola nasional pada acara talk show Mata Najwa berjudul "PSSI Bisa Apa". Mata Najwa membahas tema isu pengaturan skor dalam dua episode.

Dalam acara tersebut, berbagai pengakuan menyebut ada praktik pengaturan skor, khususnya di kompetisi Liga 2 dan Liga 3.

Puncaknya, Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola pada Rabu (12/12/2018). Pembentukan satgas itu berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor 3678.

Satgas Anti Mafia Bola ini berisikan 145 orang yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Baca juga: Terungkap, Ini Peran Masing-masing Tersangka Pengaturan Skor Liga 2 dan Liga 3

Sejak isu pengaturan skor ini mengemuka, satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, mengundurkan diri.

PSSI menghukum Hidayat larangan berkecimpung di dunia sepak bola dan memasuki stadion dalam jangka waktu tertentu.

Tidak lama setelah Satgas Antimafia Bola terbentuk, empat orang yang diduga terlibat dalam pengaturan skor langsung ditangkap.

Mereka adalah Johar Lin Eng (Anggota Exco), Dwi Irianto (Aggota Komdis PSSI), Anik Yuni, dan Priyanto.

Di sisi lain, PSSI sendiri akan membentuk Komite Ad Hoc untuk membantu Polri memberantas mafia bola terkait pengaturan skor kompetisi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Indonesia Vs Irak, PPKGBK Pastikan Lapangan Tak Terganggu Usai Konser

Indonesia Vs Irak, PPKGBK Pastikan Lapangan Tak Terganggu Usai Konser

Timnas Indonesia
Jadwal MotoGP Catalunya 2024, Aleix Espargaro Umumkan Pensiun

Jadwal MotoGP Catalunya 2024, Aleix Espargaro Umumkan Pensiun

Motogp
Ucapkan Perpisahan Setelah 912 Laga, Claudio Ranieri Berkaca-kaca

Ucapkan Perpisahan Setelah 912 Laga, Claudio Ranieri Berkaca-kaca

Liga Italia
Man City Vs Man United, Erik ten Hag Tolak Bahas Masa Depan

Man City Vs Man United, Erik ten Hag Tolak Bahas Masa Depan

Liga Inggris
Perwakilan Man United Bertemu Kieran McKenna, Duel dengan Chelsea

Perwakilan Man United Bertemu Kieran McKenna, Duel dengan Chelsea

Liga Inggris
Head to Head Bali United Vs Borneo FC: Laga Pelipur Lara Tak ke Final

Head to Head Bali United Vs Borneo FC: Laga Pelipur Lara Tak ke Final

Liga Indonesia
Jay Idzes Mau Berjuang untuk Timnas Indonesia, Siap Jadi Kiper dan Striker

Jay Idzes Mau Berjuang untuk Timnas Indonesia, Siap Jadi Kiper dan Striker

Timnas Indonesia
Jadwal Malaysia Masters 2024, Indonesia Pastikan 1 Tiket Semifinal

Jadwal Malaysia Masters 2024, Indonesia Pastikan 1 Tiket Semifinal

Badminton
Gelandang West Ham Lucas Paqueta Didakwa Melanggar Aturan Taruhan

Gelandang West Ham Lucas Paqueta Didakwa Melanggar Aturan Taruhan

Liga Inggris
Cerita Thoriq Alkatiri Jalani 2 Tugas Wasit di Lapangan dan VAR

Cerita Thoriq Alkatiri Jalani 2 Tugas Wasit di Lapangan dan VAR

Liga Indonesia
Kesan Jay Idzes soal Julukan 'Bang Jayadi' dari Fans Timnas Indonesia

Kesan Jay Idzes soal Julukan "Bang Jayadi" dari Fans Timnas Indonesia

Timnas Indonesia
Kata Chico Usai Tersingkir dari Malaysia Masters 2024

Kata Chico Usai Tersingkir dari Malaysia Masters 2024

Badminton
Tekad Dejan/Gloria 'Pecah Telur' Vs Rinov/Pitha di 8 Besar Malaysia Masters

Tekad Dejan/Gloria "Pecah Telur" Vs Rinov/Pitha di 8 Besar Malaysia Masters

Badminton
Final Piala FA Man City Vs Man United: Maguire Ingin Pulih Perkuat Setan Merah

Final Piala FA Man City Vs Man United: Maguire Ingin Pulih Perkuat Setan Merah

Liga Inggris
Skuad Italia untuk Euro 2024: Tak Ada Nama Locatelli dan Emil Audero

Skuad Italia untuk Euro 2024: Tak Ada Nama Locatelli dan Emil Audero

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com