Kompas.com - 29/12/2018, 08:45 WIB
Ekspresi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, dalam laga Liga Italia 2017-2018 kontra Atalanta di Stadion Juventus, Turin, Italia, pada 14 Maret 2018. MARCO BERTORELLO/AFPEkspresi pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, dalam laga Liga Italia 2017-2018 kontra Atalanta di Stadion Juventus, Turin, Italia, pada 14 Maret 2018.

TURIN, KOMPAS.com - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengungkapkan bahwa cara menghentikan rasialisme dalam stadion adalah dengan memberikan edukasi, bukan menutup sementara stadion.

Allegri menilai sebaiknya semua pihak yang terlibat dalam sepak bola tidak hanya omong belaka, tetapi juga harus bertindak agar tindakan rasial dalam sepak bola bisa berhenti.

"Untuk melakukan itu, kami seharusnya tidak hanya bicara, tetapi harus bertindak. Itulah satu-satunya jalan yang harus ditempuh," kata Allegri dilansir dari Football Italia.

Baca juga: Kronologi Kericuhan yang Sebabkan Satu Fans Inter Milan Tewas Saat Laga Kontra Napoli

"Kami harus bertanggung jawab dan tidak 'mengumpan' apa yang sudah terjadi di sana karena di Italia tidak menerima kalah atau menang. Jadi, kami harus melakukan itu atau akan tidak berguna," ujarnya.

Lebih lanjut, Allegri berpendapat bahwa menutup stadion bukanlah tindakan yang tepat untuk menghentikan tindakan rasial dalam sepak bola.

"Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan menutup stadion dalam dua bulan, setelah dua bulan lalu apa? Tindakan preventif memang harus dilakukan," katanya.

"Kami harus meluangkan waktu untuk anak-anak di sekolah, melakukan program edukasi, menghormati kehidupan. Harus ada edukasi untuk menangulangi masalah ini. Ini pasti membutuhkan kesabaran ekstra, tak ada yang bisa diselesaikan hanya dalam sehari. Kami harus segera memulai, jika tidak, akan terjadi insiden lain dalam dua bulan ke depan," ujarnya menjelaskan.

Masalah rasialisme memang kembali mencuat saat laga Inter Milan vs Napoli. Bek Napoli Kalidou Koulibaly menjadi korban tindakan rasial oknum suporter Inter Milan.

Baca juga: Bukti Kepedulian Cristiano Ronaldo soal Serangan Rasialis kepada Kalidou Koulibaly

Pada laga tersebut, oknum suporter itu meneriakkan suara-suara menyerupai monyet yang ditujukan kepada Koulibaly.

Dikutip dari Football Italia, penyelenggara pertandingan sempat tiga kali mengumumkan akan menghentikan pertandingan jika tindakan rasial terus berlangsung.

Namun, kebijakan tersebut tak kunjung dilakukan sampai akhirnya Koulibaly dikartu merah pada menit ke-81. Saat menerima kartu kuning, Koulibaly memang sempat bertepuk tangan.

Hal itulah yang memicu wasit mengeluarkan kartu merah. Laga Inter versus Napoli dimenangkan Inter 1-0 melalui gol Lautaro Martinez pada menit ke-92 alias injury time babak kedua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.