Ejekan Rasial Koulibaly, Inter Dihukum 2 Laga Kandang Tanpa Penonton

Kompas.com - 28/12/2018, 13:31 WIB
Para suporter Napoli menggunakan topeng berwajah bek Napoli asal Perancis, Kalidou Koulibaly, sebelum pertandingan Serie A melawan Carpi FC di Stadion San Paolo, Naples, Minggu (7/2/2016). Ini bagian dari bentuk solidaritas suporter atas perlakukan rasial suporter Lazio terhadap pemain tersebut pada Rabu (3/2), ketika Napoli menyambangi markas klub ibu kota Italia itu. CARLO HERMANN/AFPPara suporter Napoli menggunakan topeng berwajah bek Napoli asal Perancis, Kalidou Koulibaly, sebelum pertandingan Serie A melawan Carpi FC di Stadion San Paolo, Naples, Minggu (7/2/2016). Ini bagian dari bentuk solidaritas suporter atas perlakukan rasial suporter Lazio terhadap pemain tersebut pada Rabu (3/2), ketika Napoli menyambangi markas klub ibu kota Italia itu.

KOMPAS.com - Inter Milan dijatuhi hukuman bertanding tanpa penonton dalam dua laga kandang Liga Italia karena serangan rasial yang dilakukan suporter mereka kepada bek Napoli, Kalidou Koulibaly, pada Rabu (26/12/2018).

Para pendukung Nerazzurri dilaporkan telah menyerukan ejekan bernada rasial kepada Koulibaly saat tuan rumah unggul 1-0.

Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, sempat tiga kali meminta wasit menghentikan pertandingan saat Koulibaly diejek suporter Inter. Namun, laga tetap dilanjutkan.

Akibat kejadian ini, Inter harus rela bertanding tanpa dukungan suporternya di tribune penonton saat menjamu Sassuolo pada 19 Januari dan meladeni Bologna, 3 Februari mendatang.

Selain hukuman tanpa penonton, Inter juga dilarang membuka tribune utara stadion, atau yang populer disebut fans sebagai ultras, dalam tiga pertandingan.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, menegaskan segala ejekan dan serangan rasial di stadion tidak bisa lagi ditoleransi.

"Kami mengutuk semua bentuk kekerasan fisik dan verbal, dengan keadaan diskriminasi yang memburuk. Kami tidak menoleransi perilaku seperti itu merusak sepak bola," kata Gabriele Gravina, seperti dilansir BBC.

Baca juga: Suporter Inter Bertindak Rasial, Perlu Ada Pembenahan Mental

Akan tetapi, Inter bukan satu-satunya pihak yang menerima hukuman karena insiden di laga ini. Koulibaly juga diganjar hukuman larangan bertading di dua laga selanjutnya karena menerima kartu merah.

Koulibaly diganjar dua kartu kuning pada laga kemarin. Satu kartu kuning diberikan wasit karena melanggar Matteo Politano. Sementara itu, satu kartu kuning lainnya dia dapatkan karena memberi tepuk tangan sarkasme atas keputusan wasit.

Pertandingan Boxing Day Liga Italia antara Inter dan Napoli yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, itu memang menyisakan banyak masalah.

Selain serangan rasial yang diterima Koulibaly dari pendukung tuan rumah, laga ini juga dinodai dengan kerusuhan suporter.

Seorang suporter Inter bahkan dikabarkan tewas setelah tertabrak mobil van pada laga ini. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong.

Dalam insiden terpisah, empat suporter Napoli dilaporkan tertusuk karena kerusuhan antara kelompok ultras kedua klub, satu jam sebelum laga dimulai.



Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X