Kompas.com - 20/12/2018, 18:54 WIB
Para pemain tim nasional Indonesia di Piala AFF 2010 berkumpul di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, Firman Utina, Muhammad Nasuha, dan manajer Andi Darussalam Tabussala. Mereka angkat bicara setelah terseret isu pengaturan hasil pertandingan atau match fixing pada final kontra Malaysia delapan tahun silam. Kompas.com/Alsadad RudiPara pemain tim nasional Indonesia di Piala AFF 2010 berkumpul di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, Firman Utina, Muhammad Nasuha, dan manajer Andi Darussalam Tabussala. Mereka angkat bicara setelah terseret isu pengaturan hasil pertandingan atau match fixing pada final kontra Malaysia delapan tahun silam.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemain tim nasional (timnas) Indonesia di Piala AFF 2010 angkat bicara setelah terseret isu pengaturan hasil pertandingan atau match fixing pada laga final kontra Malaysia, delapan tahun silam.

Isu tersebut berembus setelah tayangan Mata Najwa dengan tema "PSSI Bisa Apa", Rabu (19/11/2018). 

Menanggapi isu tersebut, para pemain timnas Indonesia di Piala AFF 2010 pun angkat bicara.

Bertempat di Jakarta, Kamis (20/12/2018), Maman Abdurrahman, Hamka Hamzah, Firman Utina, hingga Muhammad Nasuha menyampaikan tanggapan atas tudingan yang mengarah kepada mereka.

Maman membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat match fixing pada final Piala AFF 2010. Ia bahkan menyatakan siap mendukung penuntasan kasus tersebut.

"Dengan ini, saya menyatakan dan menegaskan bahwa hal tersebut adalah tidak benar," ucap pemain Persija Jakarta itu.

Baca juga: PSSI Akan Panggil 76 Akun Media Sosial Terkait Isu Pengaturan Skor

"Sebagai tindak lanjutnya, saya siap bekerja sama dengan pihak kepolisian melalui satgas yang akan dibentuk Kapolri untuk menuntaskan kasus ini," lanjut Maman.

Hamka terlihat menjadi orang yang paling berang dengan tudingan warganet di media sosial. Dia bahkan tak segan mengancam akan menyeret warganet ke jalur hukum jika tudingan mereka terbukti palsu.

"Untuk (pemilik) akun-akun yang digembok itu, apabila kalian tidak ada bukti, siap-siap kalian akan saya laporkan. Harta saya habis pun saya siap demi saya dapatkan kalian," ucap Hamka.

"Saya sudah capture beberapa yang sangat parah dalam berkomentar. Walaupun ini jauh dari Indonesia, tetap aparat ada di mana-mana dan keluarga saya kebanyakan dari aparat," lanjut Hamka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X