Selain Sepatu "Running", League Andalkan Sepatu "Riding"

Kompas.com - 17/12/2018, 18:10 WIB
Managing Director PT Berca Sportindo Prajna Murdaya saat peluncuran sepatu khusus pengendara sepeda motor, League Duraton Ride, Minggu (16/12/2018), di Jakarta.Kompas.com/Josephus Primus Managing Director PT Berca Sportindo Prajna Murdaya saat peluncuran sepatu khusus pengendara sepeda motor, League Duraton Ride, Minggu (16/12/2018), di Jakarta.

 
JAKARTA, KOMPAS.com - Terbiasa memproduksi sepatu running alias sepatu untuk olahraga lari, produsen sepatu League kini mengandalkan sepatu khusus untuk riding.

"Riding maksudnya untuk pengendara sepeda motor," kata Managing Director PT Berca Sportindo Prajna Murdaya menjawab pertanyaan Kompas.com pada Minggu (16/12/2018).

Dalam kesempatan itu, anak kedua dari empat anak pasangan pemilik Group Berca, Murdaya Widyawimarta Poo dan Siti Hartati Tjakra Murdaya, memperkenalkan sepatu League Duraton Ride di hadapan anggota-anggota beberapa komunitas sepeda motor di Jabodetabek.

"Kami kan sejak sepuluh tahun lalu mengkhususkan diri memproduksi sepatu running dengan merek lokal sendiri," tutur pria kelahiran 7 Februari 1976 itu.

Prajna menjelaskan, memproduksi sepatu khusus untuk pesepeda motor di Indonesia sejatinya merupakan hal yang baru bagi perusahaannya.

"Tantangannya adalah orang Indonesia gemar menggunakan sepeda motor untuk aktivitasnya," tuturnya.

(Baca: Indonesia Masih Jadi Pasar Sepeda Motor Ketiga di Dunia)

Lebih lanjut, Prajna mengatakan, sepatu dimaksud sengaja dibuat tidak hanya untuk bersepeda motor. Hal yang sama menurutnya dengan produksi sepatu lari.

"Sepatu itu harus awet, nyaman, dan fashionable karena digunakan juga untuk kegiatan sehari-hari," ungkap penyuka musik itu.

Kenyamanan

Sepatu untuk pesepeda motor League Duraton Ride. Dengan Injected Eva pada midesole-nya, sepatu ini diklaim empuk saat dipakai, lebih responsif, dan ringan.
Kompas.com/Josephus Primus Sepatu untuk pesepeda motor League Duraton Ride. Dengan Injected Eva pada midesole-nya, sepatu ini diklaim empuk saat dipakai, lebih responsif, dan ringan.

Dalam kesempatan itu, Creative Director PT Berca Sportindo Alan Hardy dan desainer sepatu League Duraton Ride, Hilman, memberikan catatan terkait produk yang sudah dirancang sejak dua tahun silam.

Pertama, desain sepatu terinspirasi oleh konstruksi rangka motor yang gagah, berkesan kuat, dan tangguh.

Kedua, Duraton didukung oleh Injected EVA pada midsole sehingga sepatu ini diklaim empuk saat dipakai, lebih responsif, dan ringan.

Hilman juga menambahkan, nama sepatu desainnya itu sejatinya berangkat dari dua kata yang digabungkan.

"Pertama adalah durable dan kedua adalah marathon. Digabung jadi Duraton yang mementingkan juga kenyamanan saat dipakai," pungkas Hilman.

Sementara, duta sepatu League Duraton Ride Dimas Ekky Pratama yang juga pebalap Moto2 dari Indonesia, hadir dalam kesempatan itu.

Pebalap motor Indonesia Dimas Ekky Pratama. Kelahiran Depok 26 Juli 1992 ini berharap memberikan prestasi terbaik pada Moto2 World Championship 2019. Pada kejuaraan ini, Dimas yang juga menjadi duta sepatu League Duraton Ride tergabung dalam Idemitsu Honda Team Asia. 
 Kompas.com/Josephus Primus Pebalap motor Indonesia Dimas Ekky Pratama. Kelahiran Depok 26 Juli 1992 ini berharap memberikan prestasi terbaik pada Moto2 World Championship 2019. Pada kejuaraan ini, Dimas yang juga menjadi duta sepatu League Duraton Ride tergabung dalam Idemitsu Honda Team Asia.


 





Close Ads X