PSMS Terdegradasi, Edy Rahmayadi Bela Manajemen dan Salahkan 3 Hal Ini

Kompas.com - 16/12/2018, 15:32 WIB
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018).KOMPAS.com/Ferril Dennys Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018).

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara yang juga Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, kembali menyalahkan wartawan setelah PSMS Medan terdegradasi ke Liga 2.

Edy Rahmayadi mengungkapkan pihaknya akan melakukan introspeksi diri dan evaluasi untuk menghadapi musim depan.

"Introspeksi diri, evaluasi, dan perbaiki untuk ke depan. Seluruhnya harus dievaluasi. Yang pertama pemainnya, kedua suporternya," kata Edy di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, seperti dilansir BolaSport.com dari Tribun Medan, Sabtu (15/12/2018).

Baca Juga: Petinggi Bali United Tak Menampik Paulo Sergio Datang Satu Paket dengan Simon McMenemy

Edy Rahmayadi tampak pasang badan terhadap pengurus dan manajemen PSMS seusai tim berjuluk Ayam Kinantan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Kemudian, mantan Pankostrad ini juga menyesalkan sikap suporter yang sudah merugikan tim bahkan manajemen keuangannya sendiri.

"Untuk suporter, bayangkan bulan ini (Desember) saya harus bayar Rp 900 juta karena terkena sanksi. Bayangkan kalau Rp 900 juta dibelikan vitamin, bagus itu untuk pemain," katanya.

Edy Rahmayadi menegaskan yang sangat perlu dievaluasi adalah pemain dan suporter PSMS atas kegagalan klub kebanggaan warga Medan bertahan di Liga 1.

Ia juga menyampaikan PSMS harus rela turun kasta dari liga teratas di Indonesia, bukan dikarenakan kesalahan dari manajemen.

Lebih lanjut, awak media juga kembali disindir pria berusia 57 tahun ini karena performa tim yang memburuk.

Baca Juga: Runtuhnya Era Kerajaan Sriwijaya, Klub Kendaraan Politik yang Ingin Tampil Heroik Bak Juventus

"Bukan salah manajemennya. Salah pengasuhnya, termasuk wartawannya," katanya.

PSMS Medan memang terdegradasi setelah menempati dasar klasemen Liga 1 2018 hingga akhir musim. Mereka hanya mampu meraih 37 poin hasil dari 11 menang, empat imbang, dan 19 kalah dari 34 laga yang dijalani. (Adif Setiyoko)




Close Ads X