Komentar Pedas Manajer Repsol Honda kepada Valentino Rossi - Kompas.com

Komentar Pedas Manajer Repsol Honda kepada Valentino Rossi

Kompas.com - 16/12/2018, 15:30 WIB
Valentino Rossi dan Marc Marquez saat jumpa pers jelang MotoGP Italia, Kamis (31/5/2018).
DOK. MOTOGP Valentino Rossi dan Marc Marquez saat jumpa pers jelang MotoGP Italia, Kamis (31/5/2018).

MADRID, KOMPAS.com - Manajer tim Repsol Honda, Alberto Puig, memberikan komentar kepada pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengenai rivalitasnya dengan Marc Marquez dalam beberapa musim terakhir.

Seperti diketahui, relasi kedua juara dunia MotoGP itu kembali memanas setelah insiden Termas Clash.

Bahkan, Valentino Rossi sempat menolak berjabat tangan dengan Marc Marquez saat jumpa pers MotoGP San Marino.

Baca Juga: Pol Espargaro Berharap Dani Pedrosa Bocorkan Informasi soal Motor Honda

Menurut Puig, Valentino Rossi enggan menerima kenyataan jika masa jayanya sudah berlalu.

"Rossi sulit menerima bahwa momennya telah berlalu, terkadang cara yang dia ikuti tidak benar," kata Alberto Puig dikutip BolaSport.com dari Marca.

"Saya belum pernah melihat Marquez keluar dari jalur untuk melakukan tindakan buruk kepada Rossi," ujar dia.

Meski demikian, The Doctor masih menunjukkan jika dia mampu bersaing dengan pebalap muda.

Ketika mendapatkan feeling bagus dengan motor, Rossi mampu bersaing untuk kemenangan seperti pada balapan MotoGP Malaysia.

"Saya menghormati Rossi, tetapi dalam hidup semuanya memiliki momennya. Suka atau tidak, saat ini Marquez nomor satu dan kadang-kadang Anda harus berhenti serta berpikir ulang," ujar Puig lagi.

"Marquez tidak peduli sama sekali tentang opini yang dibangun lingkungan Rossi. Sebaliknya, kami telah merasakan kelemahannya dalam tindakannya," kata dia.

Baca juga: Marc Marquez Enggan Dibandingkan dengan Para Legenda MotoGP

Sejak debut di kelas MotoGP pada 2013, Marc Marquez memang mendominasi dengan raihan lima gelar juara dunia.

Di lain sisi, Valentino Rossi juga mampu menjadi runner up sebanyak tiga kali (2014, 2015, dan 2016) yang menunjukkan performanya belum habis. (Samsul Ngarifin)


Terkini Lainnya


Close Ads X