Valentino Rossi Nilai Duel Lawan Jorge Lorenzo Jadi yang Terbaik

Kompas.com - 15/12/2018, 16:30 WIB
Valentino Rossi memberikan komentarnya soal perkembangan Yamaha yang lambat dibandingkan tim rival.
DOK. MOTOGP Valentino Rossi memberikan komentarnya soal perkembangan Yamaha yang lambat dibandingkan tim rival.

KOMPAS.com - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengungkapkan duel dengan Jorge Lorenzo adalah duel terbaiknya selama berkarier pada ajang balap MotoGP.

Valentino Rossi mengatakan bahwa duel dengan Jorge Lorenzo pada MotoGP Catalunya 2009 adalah yang terbaik.

Saat itu, Rossi dan Lorenzo merupakan rekan satu tim di Yamaha.

Baca Juga: Luca Marini Anggap Penting Keberadaan Valentino Rossi

"Sejak Jumat pagi kami bertarung satu sama lain. Kami melakukan waktu terbaik saat latihan bebas, kemudian kami bertarung untuk pole position dan juga warm-up," kata Rossi dikutip BolaSport.com dari Motorsport-total.

"Akhirnya, juga sepanjang balapan hingga tikungan terakhir. Saya pikir itu adalah duel terbaik yang saya lakukan sejak kami berada pada kondisi yang sama," ucap dia.

Pada musim tersebut, Rossi berhasil keluar sebagai juara dunia MotoGP dan mengalahkan Lorenzo.

Ironisnya, gelar itu menjadi yang terakhir diperoleh pebalap berkebangsaan Italia itu.

Pada tahun 2008-2012, Yamaha memang lebih mendominasi di kelas MotoGP daripada pabrikan lain.

Namun, saat ini kondisinya berbeda. Semua pabrikan mampu tampil kompetitif.

Baca Juga: Bukan Valentino Rossi, Dani Pedrosa Ungkap Rival Terkuatnya Selama Berkarier di MotoGP

Bahkan, Ducati dan Suzuki bisa bersaing untuk memperoleh kemenangan seri balap.

"Level pada saat ini luar biasa. Posisi 12 pertama sangat dekat satu sama lain, sejak hari Jumat hingga Minggu," ujar Rossi.

"Sekarang setiap pebalap dapat memilih ban yang dia rasakan lebih baik dan standar teknis tetap tidak berubah. Semua motor menjadi lebih baik dan lebih dekat ke level yang sama," kata dia lagi.

Meski menilai performa motor lebih baik, pada kenyataannya, Yamaha tidak mampu bersaing dengan Honda dan Ducati dalam dua musim terakhir. (Samsul Ngarifin)




Close Ads X