Jelang Debut di BWF World Tour Finals, Gloria Tak Ingin Terbebani - Kompas.com

Jelang Debut di BWF World Tour Finals, Gloria Tak Ingin Terbebani

Kompas.com - 06/12/2018, 22:44 WIB
Pemain ganda campuran nasional, Gloria Emanuelle Widjaja, berpose  saat menjalani sesi konferensi pers Djarum Superliga 2017, di DBL Arena, Surabaya, Senin (20/2/2017).NUGYASA LAKSAMANA/KOMPAS.com Pemain ganda campuran nasional, Gloria Emanuelle Widjaja, berpose saat menjalani sesi konferensi pers Djarum Superliga 2017, di DBL Arena, Surabaya, Senin (20/2/2017).

Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, menjawab pertanyaan media seusai memastikan tiket babak kedua Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2018).BOLASPORT.com/ DELIA MUSTIKASARI Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, menjawab pertanyaan media seusai memastikan tiket babak kedua Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

KOMPAS.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, akan menjalani debut di BWF World Tour Finals 2018.

Hafiz/Gloria akan menjadi satu-satunya ganda campuran Indonesia yang berlaga dalam turnamen yang digelar di Guangzhou, China, 12-16 Desember itu.

Ini menjadi penampilan pertama Hafiz/Gloria di BWF World Tour Finals setelah bertandem sekitar satu tahun terakhir.

"Kesan pertama saya bisa terpilih mengikuti BWF World Tour Finals adalah bangga. Dalam arti, selama ini bisa tercapai juga. Setidaknya usaha kami ada hasilnya, tidak sia-sia. Yang pasti, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Pasti kami akan lakukan yang terbaik dari segi apa pun," ujar Gloria, seperti dilansir dari BolaSport.com, Kamis (6/12/2018).

Gloria dan Hafiz memang digadang-gadang bakal menjadi penerus pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Saat ini, Hafiz/Gloria tercatat sebagai ganda campuran terbaik kedua setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Meski begitu, Gloria tidak mau merasa terbebani dengan status itu.

"Setelah Tontowi/Liliyana yang menjadi andalan, memang ada beban. Tetapi, kalau memikirkan beban terus, saya tidak akan maju dan keluar dari zona itu. Meskipun kita tahu prestasi Tontowi/Liliyana luar biasa daripada kami," tutur Gloria.

Baca juga: Hafiz/Gloria Kalah, Ganda Campuran Indonesia di Hong Kong Open Habis

"Kami tidak tahu bagaimana ke depan. Yang penting, saya usaha maksimal dulu. Tidak mau memusingkan regenerasi setelah Tontowi/Liliyana. Ini jalan saya sendiri. Orang lain tidak merasakan sendiri usaha yang kami lakukan. Sekarang kami ingin meningkatkan konsistensi," ucap Gloria menambahkan.

Untuk menghadapi turnamen penutup tahun ini, Gloria sedang menggenjot latihan ketahanan dan kekuatan kaki. 

"Akhir-akhir ini Kak Richard (Mainaky, pelatih kepala ganda campuran nasional Indonesia) lebih memfokuskan latihan saya kepada ketahanan saat di lapangan. Selebihnya untuk menguatkan kaki karena saya berpostur tubuh tinggi," kata Gloria.

Baca juga: Anthony Targetkan Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2018

Gloria juga berharap bisa tampil konsisten pada BWF World Tour Finals 2018. Apalagi, dia dan Hafiz akan bersaing dengan tujuh ganda campuran terbaik dunia.

"Kelincahan lebih banyak dikoordinasi. Awal-awal kami sempat on fire. Sekarang tinggal bagaimana kami mempertahankan atau bisa konsisten. Ada faktor non-teknis yang harus kami perbaiki," tutur Gloria.

Setelah tampil di BWF World Tour Finals 2018, Hafiz/Gloria diharapkan bisa menjadi penurus Tontowi/Liliyana untuk bersaing di level dunia hingga berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. (Delia Mustikasari)


Terkini Lainnya

Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia karena Jadi Korban Pelemparan Batu

Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia karena Jadi Korban Pelemparan Batu

Liga Indonesia
Sudah 2 Klub 'Booking' Stadion Patriot untuk Kandang pada Musim 2019

Sudah 2 Klub "Booking" Stadion Patriot untuk Kandang pada Musim 2019

Liga Indonesia
#TenYearsChallenge PSSI, Penurunan Prestasi hingga Ketum yang Sering Berganti

#TenYearsChallenge PSSI, Penurunan Prestasi hingga Ketum yang Sering Berganti

Liga Indonesia
Bermain Agresif Jadi Kunci Ratchanok Pertahankan Gelar Malaysia Masters

Bermain Agresif Jadi Kunci Ratchanok Pertahankan Gelar Malaysia Masters

Olahraga
Raih Gelar Pertama di Malaysia, Son Wan-ho Merasa Dapat Kehormatan

Raih Gelar Pertama di Malaysia, Son Wan-ho Merasa Dapat Kehormatan

Olahraga
Liga Champions Asia, Komentar PSSI soal Persija Terancam Tanpa Ryuji dan 3 Pemain Asing

Liga Champions Asia, Komentar PSSI soal Persija Terancam Tanpa Ryuji dan 3 Pemain Asing

Liga Indonesia
Kiprah Edy Rahmayadi di PSSI, Polemik, Prestasi, hingga Undur Diri

Kiprah Edy Rahmayadi di PSSI, Polemik, Prestasi, hingga Undur Diri

Liga Indonesia
Jalan Terjal Anthony untuk Pertahankan Gelar Indonesia Masters

Jalan Terjal Anthony untuk Pertahankan Gelar Indonesia Masters

Liga Indonesia
PSM Makassar Sampaikan 3 Rekomendasi kepada PSSI

PSM Makassar Sampaikan 3 Rekomendasi kepada PSSI

Liga Indonesia
Peningkatan Performa Pogba Menarik Perhatian Ibrahimovic

Peningkatan Performa Pogba Menarik Perhatian Ibrahimovic

Liga Inggris
5 Fakta Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Masters

5 Fakta Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Masters

Olahraga
Schuster Sebut Joachim Loew Kandidat Pelatih yang Ideal bagi Madrid

Schuster Sebut Joachim Loew Kandidat Pelatih yang Ideal bagi Madrid

Liga Spanyol
Kartu Merah Pastikan Bek Lazio Ini Gagal Samai Rekor Zanetti

Kartu Merah Pastikan Bek Lazio Ini Gagal Samai Rekor Zanetti

Liga Italia
Cedera Engkel, Dembele Absen Bela Barca Selama Dua Pekan

Cedera Engkel, Dembele Absen Bela Barca Selama Dua Pekan

Liga Spanyol
Erick Thohir Bicara soal Keputusan Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI

Erick Thohir Bicara soal Keputusan Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI

Liga Indonesia

Close Ads X