Saudari Ronaldo Sebut Ada Permainan Mafia di Ballon d'Or - Kompas.com

Saudari Ronaldo Sebut Ada Permainan Mafia di Ballon d'Or

Kompas.com - 04/12/2018, 15:40 WIB
Cristiano Ronaldo saat meraih gelar Ballon dOr 2017.AFP PHOTO/FRANCK FAUGERE Cristiano Ronaldo saat meraih gelar Ballon dOr 2017.

KOMPAS.com - Elma Aveiro, saudari bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, menyebut ada permainan mafia dalam menentukan pemenang Ballon d'Or.

Hal itu diungkapkan Elma di akun Instagram pribadinya tidak lama setelah Luka Modric dinobatkan menjadi pemenang Ballon d'Or tahun ini.

Dalam unggahannya, Elma menyertakan foto Ronaldo yang tersenyum membawa trofi Ballon d'Or.

"Sayangnya, kami hidup di dunia yang busuk, yang berisi mafia, dan perputaran uang haram. Kekuatan Tuhan jauh lebih besar daripada semua kebobrokan ini," tulis Elma dalam keterangan fotonya.

"Tuhan akan membuktikan itu nanti dan tidak akan pernah gagal," tulis Elma menambahkan.

Baca juga: Sumpah Setia Luka Modric Usai Menangi Ballon d'Or 2018

Di tahun ini, untuk kali pertama Ballon d'Or tidak dimenangi Ronaldo dan kapten Barcelona, Lionel Messi.

Keduanya pemain itu saling berbagi trofi dalam 10 tahun terakhir. Tanda-tanda berakhirnya dominasi Messi dan Ronaldo sudah tercium seusai Piala Dunia 2018 lalu.

Messi dan Ronaldo hanya bisa mengantar negara masing-masing hingga babak 16 besar. Pemain timnas Perancis dan Kroasia yang merupakan finalis Piala Dunia menjadi yang paling favorit.

Baca juga: Kylian Mbappe Jadi Pemain Pertama yang Meraih Gelar Ballon d'Or U-21

Hal ini terbukti dari daftar tiga teratas yaitu Luka Modric, Ronaldo, dan Antoine Griezmann. Sementara itu, Messi terlempar ke peringkat kelima di bawah Kylian Mbappe.

Ini menjadi kali pertama Messi terlempar dari tiga besar Ballon d'Or sejak 2006. Bagi Modric, Ballon d'Or melengkapi pencapaian individunya di tahun ini.

Sebelumnya, Modric sukses menggondol gelar pemain terbaik Piala Dunia 2018, UEFA, dan FIFA.



Close Ads X