Kemenpora Lantik Kader Pemuda Anti Narkoba - Kompas.com

Kemenpora Lantik Kader Pemuda Anti Narkoba

Kompas.com - 28/11/2018, 23:20 WIB


Deputi I Bdang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Prof. Dr. Faisal Abdullah mengukuhkan 200 peserta Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Tahun 2018 di Hotel Oasis Amir, Senen, Jakarta, Selasa (27/11/2018). Rangkaian kegiatan Pelatihan yang diinisiasi Kemenpora ini resmi ditutup Rabu (28/11/2018). Deputi I Bdang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Prof. Dr. Faisal Abdullah mengukuhkan 200 peserta Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Tahun 2018 di Hotel Oasis Amir, Senen, Jakarta, Selasa (27/11/2018). Rangkaian kegiatan Pelatihan yang diinisiasi Kemenpora ini resmi ditutup Rabu (28/11/2018).


JAKARTA, Kompas.com - Rangkaian kegiatan Pemuda Anti Narkoba yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di DKI Jakarta resmi ditutup, Rabu 28 November.

Sebanyak 200 kader inti Pemuda Anti Narkoba telah resmi dilantik di Hotel Oasis Amir untuk menjadi benteng peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing.

"Ini merupakan tahun ketiga yang telah dilakukan. Untuk 2018 ini kita menargetkan 600 kader inti Pemuda Anti Narkoba yang dilaksanakan di tiga provinsi. Kali ini di DKI Jakarta sebanyak 200 orang kita lantik" ujar Staf Ahli Kemenpora, Jonni Mardizal saat penutupan acara.

"Tujuannya adalah mengatasi kondisi sekarang ini yang darurat narkoba. Jadi perlu kita siapkan anak-anak muda sebagai benteng untuk mempertahankan agar jangan sampai penyalahgunaan narkoba itu tidak berkembang kemana-mana," sambungnya.

Selanjutnya, para kader inti yang telah dilantik ini akan terus dipantau dan dievaluasi kinerjanya. Jonni berharap akan ada dampak signifikan pengurangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di DKI Jakarta.

"Sekian banyak yang ditangkap, sekian banyak lagi yang ditemukan memakai narkoba. Apalagi tempat yang kita anggap steril seperti Lapas misalnya malah menjadi gudang," ujarnya.

Itu tidak lain tujuannya adalah untuk menghancurkan Indonesia. Karena kita tahu Indonesia akan mendapat bonus demografi pada 2020 sampai 2035. Jadi dalam tanda kutip generasi muda Indonesia akan dihabisi semua dengan cara memasukkan narkoba," pungkas Jonni.

Menurutnya jika itu terjadi, Indonesia tidak akan lagi mendapatkan bonus demografi dan terjajah oleh narkoba. Kemenpora tidak ingin itu terjadi kepada pada pemuda, salah satu pencegahannya dengan menggelar program Pemuda Anti Narkoba.



Close Ads X