Saran Bima Sakti untuk PSSI: Jangan Ingin Prestasi dengan Cara Instan - Kompas.com

Saran Bima Sakti untuk PSSI: Jangan Ingin Prestasi dengan Cara Instan

Kompas.com - 26/11/2018, 08:00 WIB
Sejumlah pesepak bola Indonesia memberikan salam usai pertandingan melawan Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Sejumlah pesepak bola Indonesia memberikan salam usai pertandingan melawan Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Bima Sakti, memberi masukan kepada PSSI untuk menyusun program yang jelas jika ingin skuad Garuda meraih prestasi.

Lebih penting lagi, Bima menilai prestasi tidak bisa didapat dengan cara instan.

"Yang paling penting jangan instan," kata Bima usai laga Indonesia Vs Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Baca juga: Tahan Indonesia Tanpa Gol, Filipina ke Semifinal Piala AFF 2018

Bima menekankan pentingnya kompetisi usia dini. Ia mencontohkan pengalamannya sewaktu bermain di Swedia bersama Helsingborg pada 1996.

Bima menyebut ketika itu setiap akhir pekan, tim Helsingborg A hingga D bermain di level kompetisi usia yang berbeda-beda.

Hal itu membuktikan Swedia sudah punya jenjang kompetisi usia muda yang baik.

"Kompetisi usia dini harus dijalankan. Karena dari kompetisi terbentuk pemain-pemain yang bagus. Jadi siapa pun nanti ketua umumnya (PSSI), mau berapa tahun lagi, kompetisi kelompok umur harus jalan," ucap Bima.

Baca juga: Indonesia Vs Filipina, Bima Terharu dengan Suporter di SUGBK

Duel Timnas U-19 Indonesia vs Jepang pada perempat final Piala Asia U-19 2018 tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 28 Oktober 2018. BOLASPORT.com/FERI SETIAWAN Duel Timnas U-19 Indonesia vs Jepang pada perempat final Piala Asia U-19 2018 tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 28 Oktober 2018.

Menurut Bima, di Indonesia, kompetisi usia muda belum berjalan dengan baik. Akibatnya proses perekrutan pemain timnas usia muda dilakukan dengan tidak teratur.

Hal itu tentu berbeda dengan Jepang. Bima mengaku pernah berbicang dengan tim pelatih timnas U-19 Jepang.

Dari keterangan yang ia dapat, timnas U-19 Jepang sudah dibina sejak tujuh tahun terakhir. Pemain-pemain juga direkrut dari kompetisi.

Baca juga: Indonesia Minim Kompetisi Usia Muda, kalau Ada Hanya Jelang Pilkada

Selain menyarankan pentingnya kompetisi usia muda, Bima juga ingin PSSI menyusun program yang teratur bagi timnas. Bima menilai jika ingin meraih prestasi baik di Piala AFF 2020, maka PSSI harus sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak sekarang.

"Ke depan kita sudah tahu jadwal AFF dua tahun lagi. Persiapkan dari sekarang. Programnya jelas. Masalah uji coba mungkin bisa dikomunikasikan dengan pelatih, apa keinginan pelatih, siapa lawannya (ketika uji coba), disesuaikan formatnya," kata Bima.

Baca juga: Bima Sakti: Ini Bukan Kiamat Sepak Bola Indonesia

Tak sampai di situ, Bima juga ingin ke depannya semua stakeholder sepak bola di Indonesia bisa bersatu. Ia menilai tak perlu saling menyalahkan atas kegagalan timnas di Piala AFF tahun ini.

"Mari kita sama-sama bangun dan cari solusi terbaik untuk tim ini. Jangan saling menyalahkan. Tapi cari hal-hal yang baik untuk timnas," tutur Bima.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X