RD Berharap Wasit Netral dalam Sisa Pertandingan Musim Ini

Kompas.com - 25/11/2018, 14:22 WIB
Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan.
@MITRAKUKARFC.OFFICIAL/INSTAGRAM Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan.

KOMPAS.com - Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan (RD), mengharapkan pengadil di lapangan dapat berlaku netral dan fair dalam sisa pertandingan Liga 1 musim ini. Dengan demikian, semua hasil yang diraih kontestan Liga 1 objektif dan sesuai kerja keras pemain.

Lebih khusus lagi bagi tim-tim yang saat ini sedang bersaing memperebutkan gelar juara maupun mereka yang tengah berjuang untuk lolos dari degradasi.

Baca juga: Jawaban Bambang Pamungkas Saat Netizen Keluhkan Dominasi Striker Naturalisasi Timnas Indonesia

"Saya berharap, wasit betul-betul netral agar hasil yang terjadi, baik tim turun kasta atau tim yang akan juara, benar-benar hasil kerja tim, bukan karena dibantu perangkat pertandingan," ujar RD saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/11/2018) malam.

RD mengaku sudah lama diam dan menahan diri untuk tidak mengomentari kinerja perangkat pertandingan, terutama wasit Liga 1.

Kini, dia tidak kuasa menahan diri setelah melihat kinerja wasit Novari Ikhsan asal Jakarta, yang memimpin jalannya pertandingan Mitra Kukar lawan PS Tira di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (23/11/2018) malam.

Meskipun tim Naga Mekes keluar sebagai pemenang melalui gol semata wayang Dedi Hartono pada menit ke-61, RD melihat ada beberapa hal yang kurang tepat dari kepemimpinan wasit.

Salah satunya, saat bek Mitra Kukar Saepuloh Maulana mengalami cedera usai terkena bola hasil tendangan pemain PS Tira pada menit ke-32. Novari tidak langsung menghentikan laga, namun menunggu bola dikeluarkan oleh pemain.

Padahal, kondisi Saepuloh saat itu sempat mengkhawatirkan. Dia tidak bisa melanjutkan pertandingan dan langsung dibawa mobil ambulance untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

"Saepuloh malamnya sempat menjalani opname, untuk memudahkan observasi dan membantu recovery, tapi Sabtu siang sudah boleh pulang," ucap dia.

Saat ini, baik Mitra Kukar dan PS Tira bersama dengan Perseru Serui serta PSMS Medan, sedang bersaing menghindar dari ancaman degradasi. Sementara itu di posisi puncak, perebutan juara juga semakin sengit yang melibatkan Persija Jakarta dan PSM Makassar.

PSMS yang ada di dasar klasemen mengumpulkan total 34 poin, tertinggal dua angka dari Perseru di urutan ke-15 (posisi terbawah zona aman). Namun PSMS baru bermain 31 kali sedangkan Perseru 32.

Sementara itu, Persija yang sudah memainkan 32 laga, ada di puncak dengan koleksi 56 poin. Mereka hanya unggul 1 angka atas PSM yang baru bermain 31 kali.

Dengan demikian, dua pertandingan terakhir akan sangat krusial bagi empat tim terbawah serta dua tim teratas.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X