Indonesia Tersingkir, Kekhawatiran Fakhri Husaini Terbukti

Kompas.com - 22/11/2018, 17:37 WIB
Sejumlah pesepak bola Indonesia meluapkan kekecewaan setelah gawang Indonesia dibobol Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumaySejumlah pesepak bola Indonesia meluapkan kekecewaan setelah gawang Indonesia dibobol Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia dipastikan tersingkir dari Piala AFF 2018. Hasil tersebut seperti membuktikan ucapan pelatih tim nasional U-16 Indonesia, Fakhri Husaini.

Pada 23 Oktober lalu, Fakhri sempat berkomentar mengenai penunjukan Bima Sakti sebagai pelatih kepala timnas senior. Fakhri menilai penunjukan Bima sebagai perjudian yang berbahaya.

Pasalnya, Bima belum punya pengalaman menjadi pelatih kepala, baik di tingkat klub maupun timnas usia muda.

"Menurut saya, ini perjudian yang luar biasa. Bima yang belum pernah punya pengalaman sebagai pelatih kepala ditunjuk jadi pelatih tim nasional (senior)," kata Fakhri saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Baca juga: Bima Sakti Minta Masyarakat Tak Salahkan Pemain atas Kegagalan Garuda

"Membahayakan semua. Ini saya melihat berbahaya bagi timnas senior, berbahaya bagi PSSI, dan berbahaya bagi Bima sendiri kalau hasilnya tidak baik," ucap Fakhri.

Bagi Fakhri, menjadi pelatih timnas senior punya tantangan dan tanggung jawab lebih besar. Tantangan dan tanggung jawab tersebut berbeda dengan yang dimiliki pelatih timnas usia muda.

Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Fakhri Husaini (topi, tengah) saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/10/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Fakhri Husaini (topi, tengah) saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Kendati demikian, saat itu Fakhri mengapresiasi keberanian Bima menerima tantangan tersebut. Fakhri juga mendoakan agar Bima bisa menjadi pelatih timnas senior pertama yang berhasil meraih Piala AFF.

"Mudah-mudahan Bima yang belum pernah punya pengalaman mampu melewati semua ini. Kita harus mendukung sebagai warga negara, apalagi sebagai sesama pelatih. Mendukung secara personal," ucap Fakhri.

Baca juga: Wawancara dengan Bima Sakti Setelah Indonesia Gugur di Piala AFF 2018

Kepastian Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2018 justru tidak terjadi di laga terakhir grup, tetapi dari hasil imbang antara Filipina versus Thailand di Bacolod, Filipina, Rabu (21/11/2018).

Dengan hasil imbang tersebut, kedua tim mengoleksi tujuh poin. Tidak mungkin lagi dikejar Indonesia yang masih mengoleksi tiga poin. Jadi, laga terakhir melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/11/2018), sudah tidak berarti apa-apa bagi Indonesia.

Baca juga: Bima Sakti Tegaskan Indonesia Tak Akan Main Mata dengan Filipina

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X