Prestasi Timnas Jerman Merosot, Guardiola Disebut Punya Andil

Kompas.com - 20/11/2018, 11:21 WIB
Pep Guardiola tampak kecewa pada laga Liverpool vs Manchester City di Stadion Anfield dalam lanjutan Premier League, 7 Oktober 2018. AFP/PAUL ELLIS Pep Guardiola tampak kecewa pada laga Liverpool vs Manchester City di Stadion Anfield dalam lanjutan Premier League, 7 Oktober 2018.

KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, dianggap sebagai biang keladi terpuruknya tim nasional (timnas) Jerman di tahun ini.

Klaim tersebut disampaikan mantan pemain timnas Jerman, Hans Peter Briegel.

Setelah gugur di fase gugur di fase grup Piala Dunia 2018, Jerman harus terdegradasi ke Liga B UEFA Nations League.

Menurut Briegel, Guardiola yang pernah melatih Bayern Muenchen memberi pengaruh negatif terhadap cara bermain Jerman.

"Ini semua salah Pep Guardiola karena ia mencurangi kami dengan mengatakan bahwa kemenangan akan bisa diraih dengan 75 persen penguasaan bola," ujar Briegel seperti dilansir BolaSport.com dari Marca.

"Hal tersebut jelas keliru karena hasil dalam sepak bola lebih penting daripada kemampuan mengontrol permainan," kata Briegel menambahkan.

Baca juga: Dramatis, Belanda Gagalkan Kemenangan Jerman pada Menit Akhir

Menurut Briegel, Jerman seharusnya memainkan sepak bola yang efektif bukan hanya melulu penguasaan bola. Briegel memberi contoh bagaimana cara bermain timnas Perancis saat menjadi juara Piala Dunia 2018.

"Anda bahkan bisa menang dengan kembali ke gaya permainan yang lebih tradisional," kata Briegel.

"Yang lebih penting bukan lagi kualitas sepak bola, tetapi keseimbangan antara permainan dan hasil," ucap Briegel menambahkan.

Baca juga: Catatan Emas Thomas Mueller di Balik Derita Jerman

Di tahun ini, Jerman sudah melakoni total 13 laga di kompetisi resmi maupun uji coba. Tim berjuluk Die Mannschaft ini hanya bisa meraih empat kemenangan, tiga seri, dan enam kalah.

Catatan itu membuat rasio kemenangan Jerman sepanjang tahun ini hanya sebesar 30,8 persen. Dikutip BolaSport.com dari Squawka, rasio tersebut menjadi yang terburuk dalam satu tahun kalender sejak 1964 (20 persen). (Sri Mulyati)

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X