Diet Ketat Eko Yuli Irawan Berbuah Medali Emas Kejuaraan Dunia

Kompas.com - 05/11/2018, 19:40 WIB
Atlet Angakt Besi Putra Indonesia, Eko Yuli Irawan saat bertanding di kelas 62 kilogram pada Asian Games 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Ia menyumbang medali emas untuk Indonesia dengan melakukan angkatan total 311 kg (snatch 141 dan clean and jerk 170). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOAtlet Angakt Besi Putra Indonesia, Eko Yuli Irawan saat bertanding di kelas 62 kilogram pada Asian Games 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Ia menyumbang medali emas untuk Indonesia dengan melakukan angkatan total 311 kg (snatch 141 dan clean and jerk 170).

KOMPAS.com - Lifter kebanggaan Indonesia, Eko Yuli Irawan, sukses mengharumkan nama bangsa setelah menyabet medali emas di Kejuaraan Angkat Besi di Ashgabat, Turkmenistan, Minggu (4/11/2018).

Medali itu diraih Eko setelah total angkatan 317 kg miliknya menjadi yang tertinggi di kelas 61 kg.

Di balik keberhasilan itu, Eko ternyata menjalani diet ketat selama masa persiapan. Untuk diketahui, kelas 61 kg ini menjadi nomor baru sebagai pengganti kelas 62 kg.

Untuk bisa masuk dalam kelas itu, Eko setiap pagi menyantap 10 putih telur rebus dan segelas susu rendah lemak.

Siangnya, Eko mengonsumsi sayuran dan protein hewani. Di malam hari, Eko jarang makan dan meminum cairan nutrisi sebagai pengganti. Untuk menunjang diet ini, Eko juga melakukan sauna dan tetap berlatih.

Baca juga: Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 - Kuo Hsinng Chun Sumbang Emas bagi Taiwan

Hal ini begitu mengejutkan karena Eko tidak pernah melakukan diet ketat selama kariernya. Tidak hanya itu, Eko juga memiliki riwayat cedera hamstring kiri dan retak tulang kering.

Menurut sang istri, Masitoh, Eko tidak pernah bercerita secara langsung menargetkan medali emas pada kejuaraan dunia kali ini.

Masitoh bahkan mengaku dilarang Eko memasak setiap hari agar tidak tergiur makan secara berlebihan.

"Di rumah, saya hanya menyediakan buah-buahan untuk Mas Eko" kata Masitoh dikutip dari Harian Kompas.

Baca juga: Lifter Putri Thailand Masih Berjaya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018

Setelah diputuskan menjadi juara dunia, Eko langsung mengubungi Masitoh dan kedua anaknya melalui viedo call.

Masitoh menyebut Eko sempat berkunang-kunang dengan pandangan gelap saat mencoba melakukan angkatan terakhir clean and jerk. Hal itu kemungkinan dialami Eko akibat energi yang terkuras sepanjang laga dan pengaruh diet ketatnya.

Pengorbanan Eko ini dibayar lunas dengan status juara dunia. Tidak hanya itu, Eko juga menciptakan rekor dunia baru untuk total angkatan (314 kg) serta angkatan clean and jerk (174 kg).

Ini adalah prestasi terbaik Eko selama mengikuti kejuaran dunia. Sebelumnya eko meraih perunggu di edisi 2007 dab 2011 serta perak di tahun 2009. (DNA)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X