Ranieri Terpukul Dengar Vichai Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Kompas.com - 30/10/2018, 11:30 WIB
Pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, menyaksikan laga Liga Champions antara Leicester City dan Club Brugge di Stadion King Power, Leicester, pada 22 November 2016.AFP/ PAUL ELLIS Pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, menyaksikan laga Liga Champions antara Leicester City dan Club Brugge di Stadion King Power, Leicester, pada 22 November 2016.

KOMPAS.com - Pelatih asal Italia, Claudio Ranieri, merasa sangat terguncang ketika mendengar pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter.

Ranieri adalah pelatih ketiga yang dipekerjakan Vichai sejak membeli Leicester City pada tahun 2010. Ranieri ditunjuk pada musim 2015-2016 menggantikan Niegel Person.

Di Leicester, Ranieri bekerja tidak lama karena pada Februari 2017 dipecat. Meski hanya sebentar, Ranieri merasa sudah sangat dekat dengan Vichai karena kepribadian baik pengusaha asal Thailand itu.

"Saya sangat sedih sekarang, itu adalah kabar yang mengejutkan. Dia orang baik. Dia sangat positif dan punya kemampuan membuat orang di sekitar yang mencintainya melihat semuanya secara jelas. Semua orang tahu itu," kata Ranieri dikutip dari situs web Fox Sports, Selasa (30/10/2018).

"Ketika dia datang ke ruang ganti, dia selalu berkata baik dan tidak pernah mencela," ujar Ranieri menambahkan.

Baca juga: Vichai Srivaddhanaprabha, Si Pendiam di Balik Kisah Ajaib Leicester City

Ranieri kemudian menceritakan kisah yang selalu dia ingat yakni mendapat kejutan ulang tahun dari Vichai.

"Suatu waktu, setelah saya ulang tahun, dia datang ke ruang ganti dengan sebuah kue yang besar. Dia kemudian membuat semua orang bernyanyi lagu ulang tahun untuk saya," kata Ranieri.

"Dia adalah orang yang sangat bersinar dan setiap dia menyentuh sesuatu, pasti akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," ucap Ranieri menambahkan.

Kombinasi Ranieri dan Vichai tentunya akan dikenang banyak orang karena keberhasilan Leicester menjadi juara Liga Inggris musim 2015-2016.

Baca juga: Pilot dan Co-Pilot Korban Jatuhnya Helikopter Leicester City adalah Sepasang Kekasih

Ranieri menegaskan Vichai punya peran besar terhadap prestasi itu.

"Tujuan saya ketika datang ke Leicester adalah hanya sekadar bertahan di Liga Inggris. Tapi semua orang tahu apa yang terjadi pada musim itu," ucap Ranieri.

"Vichai punya kontribusi besar terhadap gelar itu. Dia selalu tiba 30 menit sebelum laga untuk menemui dan merangkul semua orang. Dia tidak banyak bicara namun selalu terlihat senang karena senyum di wajahnya," tutur pelatih asal Italia itu.

Setelah dipecat Leicester City, Ranieri melatih FC Nantes pada musim 2017-2018. Ranieri kemudian kembali diberhentikan pada akhir musim dan kini belum memiliki klub.




Close Ads X