Pemilik Leicester, Vichai, Dikabarkan Jadi Penumpang Helikopter Jatuh

Kompas.com - 28/10/2018, 12:43 WIB
Pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, menyaksikan laga Liga Champions antara Leicester City dan Club Brugge di Stadion King Power, Leicester, pada 22 November 2016.AFP/ PAUL ELLIS Pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, menyaksikan laga Liga Champions antara Leicester City dan Club Brugge di Stadion King Power, Leicester, pada 22 November 2016.

LEICESTER, KOMPAS.com - Pemilik klub Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, dikabarkan menjadi salah satu penumpang dari helikopter yang terjatuh di area parkir King Power Stadium, Sabtu (27/10/2018) atau Minggu dini hari WIB.

Kabar ini disiarkan oleh BBC, yang mendapatkan keterangan dari sebuah sumber yang dekat dengan keluarga Vichai Srivaddhanaprabha berada.

BBC belum bisa mengatakan lebih lanjut ada berapa orang selain Srivaddhanaprabha yang menjadi penumpang helikopter tersebut.

Hingga saat ini, jumlah dan kondisi penumpang helikopter tersebut masih belum ada kejelasan.

Baca Juga: VIDEO - Detik-detik Helikopter Pemiilik Leicester City Lepas Landas Sebelum Jatuh dan Terbakar

Kejadian naas ini terjadi seusai laga Leicester City versus West Ham United yang berakhir imbang 1-1.

Para fans dan pemain dilaporkan terkejut melihat ledakan yang terlihat dari stadion atas insiden tersebut.

Seorang staf menyebutkan bahwa pemain pertama yang berlari keluar dari stadion adalah kiper Kasper Schmeichel.

Baca juga: Claudio Ranieri Isyaratkan Ingin Kembali Melatih di Liga Inggris

Saksi mata menyebutkan jika helikopter naas tersebut hilang kendali seusai lepas landas sebelum menghujam tanah di sebuah parkiran, di luar King Power Stadium.

Seusai laga, Leicester City menyatakan akan memberi bantuan dalam bentuk apa pun untuk pihak kepolisian setempat yang menyelidiki kasus ini.

Vichai Srivaddhanaprabha memang memiliki kebiasaan menumpangi helikopter ketika hendak melihat tim miliknya bermain di King Power Stadium.

Vichai Srivaddhanaprabha menjadi presiden klub Leicester City ketika mengakuisisi dari tangan Milan Mandaric seharga 39 juta pounds (Rp 761 miliar) pada 2010.

Baca juga: Hasil Liga Inggris, Diwarnai Kecelakaan Helikopter di Markas Leicester

Ia tak hanya menyelamatkan Leicester dari kebangkrutan ekonomi, tetapi dalam waktu enam tahun membawa klub secara mengejutkan jadi juara Liga Inggris pada muism 2015-2016.

Keberhasilan itu dianggap akan sulit terulang, saat tim yang tidak diunggulkan dengan materi pemain menengah menjadi juara di liga yang dianggap paling kompetitif di dunia.

Halaman:



Close Ads X